Pemprov Bengkulu Siapkan Bantuan Sembako Senilai Rp 24 Miliar untuk Warga Terdampak Covid-19

Pemprov Bengkulu Siapkan Bantuan Sembako Senilai Rp 24 Miliar untuk Warga Terdampak Covid-19
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. ( Foto: Dok Pemprov Bengkulu )
Usmin / EHD Rabu, 8 April 2020 | 17:28 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menyiapkan bantuan sembako senilai Rp 24 miliar kepada warga yang terdampak langsung dari penyebaran virus corona di daerah ini.

Dana sebanyak ini akan dibelanjakan untuk pengadaan 40.000 paket sembako bagi warga kurang mampu yang terdampak langsung wabah virus corona di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

"Kita sudah siapkan dana pengadaan 40.000 paket sembako bagi warga Bengkulu yang terimbas langsung dari penyebaran virus corona di daerah ini. Bantuan sembako ini segera kita bagikan ke warga miskin di 10 kabupaten da kota di daerah ini," kata Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, di Bengkulu, Rabu (8/4/2020).

Dijelaskan, pengadaan sembako 40.000 paket tersebut tengah disiapkan oleh BPBD Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Devisi Regionall Bulog Bengkulu sebagai pihak penyedia barang sembako yang akan dibagikan kepada warga terdampak virus corona.

Setelah paket sembako sudah siap, maka barang tersebut langsung dibagikan ke masing-masing kabupaten dan kota yang ada di Bengkulu.

Selanjutnya kabupaten dan kota yang akan menyalurkan bantuan pangan tersebut kepada warga miskin yang terdampak langsung dari wabah virus corona tersebut.

Gubernur Rohidin menambahkan bantuan sembako ini bertujuan untuk meringankan beban warga kurang mampu yang terdampak dari wabah Covid-19.

Namum, Rohidin Mersyah tidak menjelaskan secara rinci bantuan ini diberikan satu kali atau lebih kepada warga kurang mampu yamg terdampak dari wabah Covid-19.

"Yang jelas bantuan sembako ini akan segera kita salurkan kepada warga miskin di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu sehingga masyarakat terdampak virus corona tidak kesulitan mengatasi kebutuhan pangan keluarganya.

Warga yang mendapat bantuan ini, katanya bukan tercatat sebagai penerima program PKH dan kartu sembako, tapi benar-benar warga terdampak wabah virus corona, seperti tukang ojek, tukang parkir dan karyawan swasta yang diputus kerja karena perusahaan tutup karena wabah corona.



Sumber: BeritaSatu.com