Menkominfo: Isu Hoax Corona Paling Banyak Ada di Facebook

Menkominfo: Isu Hoax Corona Paling Banyak Ada di Facebook
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G PlateĀ  pada acara dialog dengan pimpinan media di Jakarta, Senin (9/12/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Dina Fitri Anisa / IDS Rabu, 8 April 2020 | 16:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat lebih dari 1.000 hoax terkait corona (Covid–19) tersebar di platform digital. Sebanyak 1.125 sebaran hoax telah teridentifikasi dan paling banyak disebarkan di Facebook sebanyak 785 hoax.

Sisanya hadir di Twitter 324 hoax, Instagram 10 hoax, dan Youtube 6 hoax. Sejumlah isu hoax telah ditindaklanjuti oleh pelaku platform digital tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Gerard Plate menyampaikan hingga Rabu (8/4/2020) pagi, ada 474 isu hoax secara kumulatif yang tersebar di lebih dari 1.000 sebaran platform digital. Menyikapi situasi ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pelaku platform digital, baik yang berkantor pusat di Amerika Serikat dan Indonesia, seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube.

“Kami meminta agar segera melakukan proses take down atau blokir terhadap hoax dan disinformasi yang berada di platform mereka masing-masing,” kata Johnny dalam telekonferensi di Graha BNPB, Jakarta pada Rabu (8/4/2020).

Untuk itu,  mengajak masyarakat memerangi hoax di tengah pandemi ini.

“Sekali lagi, kami menyampaikan kepada masyarakat, marilah saatnya kita di momentum saat ini, untuk menggunakan seluruh fasilitas di dalam ruang digital kita di handset dan gadget yang kita miliki secara cerdas,” kata Johnny 

Johnny mengingatkan masyarakat untuk tidak memproduksi dan mengedarkan hoax. Pasalnya, tindakan tersebut akan memiliki konsekuensi hukum, termasuk pelanggaran hukum pidana dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Ada 77 tersangka yang sedang diproses, 12 di antaranya sudah ditahan dan 65 masih dalam proses,” tambah Johnny.

Sementara itu, Johnny mendukung pesan yang disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 mengenai peran tokoh masyarakat di tingkat RT, RW maupun tokoh nonformal untuk menjelaskan kepada masyarakat. Pihaknya berharap dengan upaya semua pihak dapat memutus penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

“Peran RT, RW, kepala desa, kepala kampung menjadi posisi sangat sentral dan strategis di masyarakat, untuk bersama-sama kita mengambil bagian mengikuti seluruh protokol pemerintah,” katanya



Sumber: BeritaSatu.com