DPR: Masyarakat Butuh Siraman Rohani untuk Hadapi Covid-19

DPR: Masyarakat Butuh Siraman Rohani untuk Hadapi Covid-19
Hidayat Nurwahid ( Foto: Alex Suban/Suara Pembaruan )
Maria Fatima Bona / IDS Rabu, 8 April 2020 | 21:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ihsan Yunus mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, Kementerian Agama (Kemag) harus berperan aktif untuk memberi ketenangan kepada masyarakat. Pasalnya, dalam situasi seperti ini masyarakat butuh siraman rohani dan peneguhan untuk mehadapi wabah Covid-19.

“Terus terang masyarakat ini perlu siraman rohani memperkuat keimanan mereka sehingga daya imunitas tetap terjaga,” kata Ihsan dalam raker virtual Komisi VIII bersama Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, Rabu (8/4/2020).

Untuk itu, Ihsan mendorong Kemag untuk lebih berani dan tidak ragu-ragu dalam membuat keputusan, termasuk dalam hal realokasi anggaran untuk pencegahan Covid-19. Menurutnya, Kemag harus hadir untuk publik memberikan pencerahan sehingga masyarakat tetap tenang.

Pendapat senada juga disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR, Hidayat Nur wahid. Menurut Hidayat, peran Kemag harus lebih pada sisi spiritual dan sisi keagamaan. Misalnya, mengadakan zikir nasional untuk menghadirkan istigosah nasional dan solusi yang spiritual.

“Kemag harus berada di garda terdepan bersama Ketua MUI, ormas-ormas Islam pesantren untuk bermunajat untuk memohon kepada Allah agar kita semuanya warga bangsa indonesia diselamatkan dari wabah covid-19,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Menurut dia, hal sama juga disampaikan kepada umat beragama dari agama lain untuk memaksimalkan hari-hari besar agama untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masalah ini segera terselesaikan.

Hal serupa juga dikatakan oleh anggota Komisi VIII DPR Ali Taher. Menurutnya, Kemag harus tampil beda sebagai lembaga yang dipercayakan sebagai pelayan rohani. Langkah Kemag membatasi kegiatan Ramadan hingga lebaran dan sejumlah kegiatan lain melalui Surat Edaran(SE) Nomor 6 tahun 2020 terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi Wabah Covid-19 merupakan langkah yang tepat.

“Adanya edaran Kemag ini selama sudah bagus untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Namun, itu harus disampaikan secara sosialisasi di wilayah-wilayah, hingga Kanwil dan lainnya agar sosialisasi menjadi tepat,” ujarnya.

Merespons hal itu, Menag Fachrul Razi mengatakan, selain melakukan koordinasi dalam jajaran Kemag, pihaknya juga melakukan berkordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk para tokoh dan ulama untuk mensosialisasikan SE Kemag. Bahkan, ia telah meminta setiap Kantor wilayah (Kanwil) untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. 

Razi menyebutkan, setiap kebijakan Kemag dilakukan berdasarkan pendekatan agama, termasuk melarang masyarakat mudik. Namun, Kemag lebih pada imbauan dengan alasan-alasan yang kuat yang bisa diterima masyarakat.

“Saya selalu menggunakan tagline kalau sayang keluarga di rumah jangan mudik. Karena mudik itu menyebabkan Anda dan keluarga akan diisolasi selama 14 hari,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com