Sultan HB X : DIY Belum Mendesak untuk Ajukan PSBB

Sultan HB X : DIY Belum Mendesak untuk Ajukan PSBB
Tim Polda DIY melakukan penyemprotan disinfektan ke semua titik kumpul warga termasuk jalanan Malioboro dan titik nol, juga pintu-pintu pusat pertokoan di Yogyakarta. ( Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani )
Fuska Sani Evani / LES Kamis, 9 April 2020 | 11:46 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Gubernur DI Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan, berdasarkan informasi dan keterangan bupati/wali kota se-DIY, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) belum mendesak, dan masih ada alternatif lain untuk mengatasi persoalan pemudik yang masuk ke wilayah DIY sejak pertengahan Maret lalu.

“DIY dirasakan belum memenuhi unsur PSBB seperti DKI Jakarta, yang merupakan zona merah penyebaran virus corona. Dari hasil rapat forkominda forum komunikasi pimpinan daerah], belum waktunya kita menyampaikan PSBB," ujar Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (8/4/2020).

Diketahui, pasal 2 Permenkes Nomor 9 Tahun 2020, penetapam PSBB dilakukan bila di satu daerah terjadi peningkatan jumlah kasus secara bermakna dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, terjadi penyebaran kasus secara cepat di wilayah lain dalam kurun waktu tertentu dan ada bukti terjadi transmisi lokal.

Sedangkan, di DIY menurut Sultan, belum memenuhi syarat-syarat Permenkes tersebut, termasuk belum munculnya penularan melalui transmisi lokal. Namun begitu, DIY tetap akan menerapkan protokol penanganan Covid-19 untuk menghadapi lonjakan jumlah pemudik dan pendatang di DIY menjelang Ramadan dan Lebaran besok.

“Saat ini baru 30 persen yang mudik, saya tidak tahu puncaknya kapan, tetapi kita pastikan, DIY akan serius memantau pemudik,”kata Sultan.

Sementara itu, Sekda DIY Baskara Aji mengungkapkan, menurut bupati/wali kota, pada prinsipinya kriteria PSBB belum terpenuhi di lima kondisi di kabupaten/kota di DIY hingga saat ini. Maka dari itu, kebijakan tersebut memang belum akan diterapkan.

"Misalnya tingkat penyebaran dan transmisi lokal. Dengan adanya masukan dari kabupaten/kota, maka provinsi akan menyesuaikan hal itu karena kondisi ada di kabupaten/kota. Yang terjadi kan dari laporan kota/kabupaten, kasus (Covid-19) melandai," ungkapnya.

Pemda DIY masih menunggu eskalasi kasus positif Covid-19 untuk menetapkan kebijakan selanjutnya, termasuk bila dalam perkembangannya memang ada peningkatan kasus positif Covid -19.

Sementara itu diketahui, berdasarkan sumber RS rujukan Covid-19 DIY, saat ini total pasien dalam pengawasan (PDP) sudah mencapai 387, dengan 134 orang masih dalam perawatan. Sedangkan PDP positif corona masih pada angka yang sama yakni 38 orang dengan angka kesembuhan 7 orang dan 6 orang meninggal setelah diketahui positif terpapar corona.

Namun, satu orang yang dinyatakan sembuh, (Kasus-19 DIY) laki-laki 53 tahun asal Bantul, meninggal pada Rabu (08/4/2020) setelah pada 6 April, dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Bantul pasien (Kasus-19), meninggal karena komorbid. Hal ini berdasarkan pada hasil uji laboratorium dari sampel yang diambil sebelum meninggal pada tanggal 2 dan 3 Maret dan diperoleh hasil dua kali negatif.

Sedangkan kasus PDP meninggal lainnya, laki-laki umur 55 tahun asal Sleman, meninggal dunia dengan proses uji lab yang belum keluar.

 



Sumber: BeritaSatu.com