Polri Tindak 33 Tersangka Penyimpangan APD

Polri Tindak 33 Tersangka Penyimpangan APD
Alat pelindung diri. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / JEM Kamis, 9 April 2020 | 13:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polri menindak 33 tersangka yang melakukan tindak penyimpangan atau penyalahgunaan alat pelindung diri (APD). Mereka terjerat dalam 18 kasus baik produksi maupun distribusi.

“18 kasus ini modus operandinya adalah memainkan harga, menimbun, menghalangi, dan menghalangi distribusi alat kesehatan,” kata Kabag Penum Kombes Asep Adi Saputra dalam tayangan medsos BNPB, Kamis (9/4/2020).

Modus lain adalah memproduksi APD baik hand sanitizer atau alat kesehatan lain yang tidak sesuai standar dan izin edar. Dari 33 tersangka itu ada yang beberapa yang dilakukan penahanan.

Para tersangka dijerat UU 7/2014 tentang Perdagangan khususnya Pasal 29 dan Pasal 107 dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar.

Lalu UU 36/2014 Pasal 98 dan 96 perihal kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

“Penegakan hukum yang dilakukan Polri adalah upaya paling akhir. Kita lakukan pola preventif. Aplikasinya adalah kita lakukan himbuan dan apabila tidak efektif maka dilakukan penegakan hukum,” imbuh Asep.



Sumber: BeritaSatu.com