Sudah Diberi Izin, Pemkot Bogor Siap Gunakan Lab Uji Swab IPB

Sudah Diberi Izin, Pemkot Bogor Siap Gunakan Lab Uji Swab IPB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di salah satu ruangan Kampus IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor, Rabu (18/3/2020) (Foto: istimewa)
Fana F Suparman / EHD Kamis, 9 April 2020 | 13:29 WIB

Bogor, Beritsatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan dapat menggunakan lab Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam menguji spesimen coronavirus (Covid-19). Diharapkan dengan adanya lab uji IPB dapat mempercepat proses pengolahan sampel spesimen Swab tes.

Hal itu dikatakan, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dalam keterangannya Kamis (9/4/2020). Kata Dedie, laboratorium uji IPB berdasarkan surat keputusan Kementerian Kesehatan yang dikeluarkan kemarin.

Dedie menerangkan, melihat status Kota Bogor yang sudah menetapkan keadaan tanggap darurat coronavirus disease atau Covid-19. Diperlukan langkah strategis dalam melakukan diagnostic spesimen oleh sebuah laboratorium agar pengujian dilakukan dengan cepat . “Dengan demikian Pemkot akan melakukan uji spesimen Swab di labotarium IPB mulai hari ini,” kata Dedie.

Dia menjelaskan, secara kapasitas, laboratorium IPB bisa memeriksa 15-20 spesimen setiap hari, dengan masa tunggu setiap spesimen 2 x 24 jam atau dua hari. Rentang waktu ini adalah waktu normal. Menurut Dedie, tidak menutup kemungkinan keberadaan lab uji IPB dapat digunakan oleh daerah lain selain Bogor.  “Diharapkan dapat membantu percepatan proses pengolahan sampel spesimen Swab test yang selama ini masih harus dikirim ke Jakarta atau Bandung,” tambahnya.

Dinkes Kota Bogor kembali merilis data terbaru wabah Corona, Rabu (8/4/2020). Total jumlah positif saat ini berjumlah 41, dengan rincian 33 orang masih dirawat dan jumlah meninggal sebanyak 8 orang.

“Angka tersebut masih sama dengan yang dirilis tiga hari kemarin. Belum ada penambahan kasus positif,” kata Juru Bicara Covid-19, Sri Nowo Retno dalam keterangannya.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini sebanyak 81 orang. Dari jumlah itu, 23 orang sudah dinyatakan sembuh, 40 orang masih dalam pengawasan, dan 18 orang meninggal. Jumlah pasien sembuh bertambah dari data Senin kemarin sebanyak 10 orang.

“Untuk kasus 18 orang meninggal masih sama dengan data tiga hari lalu. Belum dipastikan terpapar Covid, karena kami masih menunggu hasil Swab,” kata Sri.  Untuk orang dalam pemantauan (OPD) di Kota Bogor saat ini berjumlah, 835 orang, dalam rincian, 417 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 418 orang masih dalam pemantauan.



Sumber: BeritaSatu.com