Ratusan Anggota Brimob Donorkan Darah ke PMI Medan

Ratusan Anggota Brimob Donorkan Darah ke PMI Medan
Ilustrasi Donor Darah. ( Foto: Istimewa )
Arnold H Sianturi / JEM Kamis, 9 April 2020 | 15:29 WIB

Medan, Beritasatu.com - Dalam rangka mendukung Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan yang kekurangan stok darah untuk penyelamatan nyawa manusia di tengah pandemi Covid-19, ratusan anggota Brimob Sumut melakukan aksi donor darah.

Donor darah ini dilakukan di Aula Pelayanan Masyarakat (Yanma) Markas Brimob Sumut Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Kamis (9/4/2020). Aparat Brimob mendonorkan darah karena PMI Kota Medan nyaris mengalami kekosongan stok darah.

"Pandemi Covid-19 ini membuat masyarakat (pendonor) enggan mendonorkan darah. PMI Kota Medan merasa kesulitan karena stok darah banyak berkurang. Padahal, banyak masyarakat yang membutuhkan darah," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja.

"Donor darah oleh anggota Brimob ini merupakan bentuk dukungan Polda Sumut dalam rangka mengatasi kekurangan stok darah di PMI demi penyelamatan nyawa manusia. Untuk saat ini, sudah 149 personel yang mendonorkan darahnya," katanya.

Tatan juga mengajak masyarakat yang sudah terbiasa mendonorkan darahnya supaya tidak merasa takut. Donor darah oleh masyarakat maupun kelompok justru semakin membuat tubuh semakin sehat. Proses pendonoran itu pun dilakukan di lokasi steril dari bahaya virus corona tersebut.

"Mari kita secara bersama - sama dan bergotong-royong untuk menjalankan misi kemanusian ini. Sebab, banyak masyarakat yang saat ini sedang menderita penyakit seperti demam berdarah, leukimia maupun sakit lainnya, sangat membutuhkan bantuan darah," sebutnya.

Sebelumnya, PMI Kota Medan menyampaikan, pandemi Covid-19 mengakibatkan stok darah mengalami penurunan drastis. Padahal, permintaan darah untuk pasien yang membutuhkan darah sangat banyak.

"Kondisi persediaan darah biasanya secara rata - rata ada sebanyak 1.500 kantong darah/hari. Stok ini tersedia untuk memenuhi kebutuhan darah di Medan. Namun, stok darah yang ada sekarang tinggal 500 kantong darah," ujar Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Medan, Harry Butar-butar.

Harry mengatakan, Kota Medan sedang mengalami krisis darah, dan dikhawatirkan tidak akan mampu memenuhi kebutuhan darah di masyarakat. Pandemi corona mengakibatkan kebutuhan darah untuk penanganan penderita penyakit kanker, anemia maupun lainnya, mengalami hambatan.

"Kami mengharapkan masyarakat, utamanya para pendonor darah untuk ikhlas dan bermurah hati mendonorkan darahnya demi penyelamatan nyawa pasien penderita yang membutuhkan darah. Pandemi corona bukan berarti membuat kita luput memberikan perhatian buat orang yang membutuhkan darah," sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com