Status Ibu Kota Baru Tunggu Keputusan Presiden

Status Ibu Kota Baru Tunggu Keputusan Presiden
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja Penanganan Banjir Jabodetabek bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (26/2/2020). (Foto: Ist)
Muawwan Daelami / YUD Kamis, 9 April 2020 | 19:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak pandemi virus corona (Covid-19) meluas di Indonesia, kejelasan soal pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) mulai dipertanyakan. Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono pun menyatakan status kelanjutan Ibu Kota Negara (IKN) akan diputuskan oleh Presiden Joko Widodo.

"Saya kira belum tahu apakah statusnya sampai sekarang IKN masih terus. Keputusannya nanti diputuskan presiden. Jadi nanti hati-hati Menteri PUPR bilang ibu kota terus. Hati hati, yang jelas belum ada rapat IKN dan yang bisa memutuskan status IKN bapak presiden karena beliau yang sampaikan," kata Basuki beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bappenas: Investasi di Ibu Kota Baru Melalui Badan Otorita

Namun yang jelas, saat ini tidak ada kegiatan khusus di IKN karena undang-undangnya belum ada.

"Jadi anggarannya juga belum bisa dialokasikan sebab tidak ada legal basisnya. Dan memang belum ada kegiatan kita di IKN. Kemarin baru ada sayembara. Kalau sudah ada legal basisnya baru akan kita usulkan anggarannya," tambahnya.

Baca juga: Pemerintah Sediakan 3 Juta Lapangan Kerja di Ibu Kota Baru

Basuki menegaskan bahwa anggaran di Dipa 2020 di Kempupera belum memuat kegiatan di Ibu Kota baru. Pihaknya juga belum menentukan policy. Hingga kini masih sebatas usulan dan belum disetujui.

Meski begitu, dia memastikan proyek IKN ini tidak mungkin dibatalkan meski di tengah pandemi seperti sekarang ini. Kecuali kalau Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan ke DPR.

Baca juga: Soft Groundbreaking Ibu Kota Baru Dilakukan Tahun Ini

"Membatalkan atau menunda, itu keputusan presiden. Karena beliau yang sampaikan sendiri di depan DPR," ucap Basuki.

Dia lantas mengingatkan untuk menunggu keputusan presiden. Dirinya mengaku belum bisa menjawab karena sampai sekarang belum ada rapat-rapat yang membicarakan ibu kota baru tersebut



Sumber: BeritaSatu.com