Antisipasi Dampak Covid-19, Kaum Difabel Bantu Sesama

Antisipasi Dampak Covid-19, Kaum Difabel Bantu Sesama
Akibat mewabahnya virus corona, aktivitas pemijat tunanetra terhambat. ( Foto: istimewa )
Ignatius Herjanjam / BW Kamis, 9 April 2020 | 20:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mengantisipasi dampak negatif mewabahnya Covid-19, sejumlah komunitas dan organisasi disabilitas bersolidaritas membantu sesamanya.

Bantuan ini menyasar pada penyandang disabilitas yang terdampak, seperti yang bekerja di sektor informal, para pemijat, buruh dengan upah harian, pedagang keliling, dan keluarga yang terdampak.

“Dalam masa-masa krisis ini, kami menyalurkan bantuan untuk penyandang disabilitas yang sungguh terdampak. Ini merupakan bentuk solidaritas kami kepada penyandang disabilitas,” ujar ketua KOMPAK Disabilitas, Sheny Chaniaraga, Kamis (9/4/2020).

Dia melanjutkan, bantuan tidak hanya ditujukan kepada mereka yang seiman. “Bantuan ini juga disalurkan tanpa memandang agama, karena kasih harus ditunjukkan tanpa memandang latar belakang agama,” tegasnya.

Hal yang sama juga dilakukan Lembaga Daya Dharma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta.

“Warga dampingan mendapatkan berbagai perlengkapan kebersihan diri seperti masker dan hand sanitizer. Selain itu kami juga mendapatkan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh,” ungkap aktivis LDD, Robert Trikora.

Mewabahnya virus corona praktis juga membuat aktivitas disabilitas terhambat. Alhasil, penghasilan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar pun terhenti.

Ketua 1 DPD Perkumpulan Tunanetra Kristiani Indonesia (Petki) Jakarta Synthia LY Montolalu berharap gereja dan masyarakat dapat tergerak menolong sesama, termasuk disabilitas.

“Kami berharap gereja mampu mendata penyandang disabilitas yang berada di lingkungannya, kemudian tergerak untuk membantu,” katanya.

Menurut Synthia, pihaknya juga telah menyalurkan donasi kepada sekitar 35 orang tunanetra. “Dana yang kami dapatkan berasal dari donator, baik mereka yang nondisabilitas maupun disabilitas. Kami berupaya menggalang dana kembali untuk membantu mereka,” tukasnya.

Sementara itu, Center for Christ (C4C) juga memberikan bantuan untuk puluhan warga dampingan yang mayoritas tunanetra.

“Center for Christ telah memberikan bantuan untuk meringankan beban penyandang tunanetra,” imbuh aktivis Center for Christ, Puri Permatasari.

Langkah yang sama bakal diambil yayasan Elsafan. Ketua Yayasan Elsafan, Ritson Manyonyo mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mendata 100 orang penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan.

“Dalam waktu dekat ini kami akan mendata 100 orang penyandang disabilitas yang sungguh terdampak oleh wabah corona,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com