Cegah Covid-19, Mendes Himbau Pemda Segera Ajukan Dana Desa

Cegah Covid-19, Mendes Himbau Pemda Segera Ajukan Dana Desa
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. ( Foto: Kemendes PDTT )
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 9 April 2020 | 22:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menekan angka penyebaran virus corona (Covid-19), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menghimbau agar kepala daerah mempercepat proses pengajuan dana desa.

"Saya minta bupati dan wali kota segera proses pengajuan dana desa maksimal seminggu," ujar sosok yang akrab disapa Gus Menteri ini di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pencairan dana desa diharapkan dilakukan sesegera mungkin baik untuk bantuan sosial (bansos) warga yang terkena pandemi corona maupun program padat karya tunai. Bahkan, tercatat dana desa yang baru tersalurkan per Selasa (7/4/2020) baru mencapai Rp 8,4 triliun atau sekitar 12 persen dari total Rp 72 triliun.

Padahal, sudah ada sekitar 37.669 desa yang telah memenuhi syarat untuk mendapatkan penyaluran desa. Namun, baru 21.679 desa yang telah tersalurkan dananya. Dengan ini, terdapat 15.990 desa yang belum menerima dana desa walaupun semua persyaratan sudah terpenuhi.

Gus Menteri menyatakan, penyaluran dana desa yang belum maksimal diakibatkan oleh sejumlah persoalan.

Di antaranya adalah adanya 31 daerah yang belum menetapkan Perbup/Perwali terkait tata cara pembagian dan penetapan rincian dana desa.

Tak hanya itu, terdapat 64 kepala daerah yang belum menerbitkan surat kuasa pemindahbukuan dana desa dari Kantor Pelayanan Pebendaharaan Negara (KPPN) ke rekening kas desa.

Permasalahan lainnya juga dikarenakan kecepatan KPPN dalam memproses penyaluran dana ke rekening desa.

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Taufiq Madjid menambahkan, keterlambatan penyaluran Dana Desa juga karena proses pencairan masing-masing daerah berbeda.

“Ada yang cepat, ada juga yang terlambat, bahkan sampai ada yang satu minggu. Ada yang sampai puluhan desa per hari. Namun ada juga yang membatasi proses penyelesaian penyaluran sampai satu minggu. Ini juga jadi masalah tersendiri,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Taufiq telah mengirimkan surat ke Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan akhir Maret lalu agar pencairan dana desa dapat dipercepat.



Sumber: PR