Warga Tolak Pemakaman Jenazah Pejuang Covid-19 di Semarang

Warga Tolak Pemakaman Jenazah Pejuang Covid-19 di Semarang
Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. ( Foto: ANTARA FOTO / Iggoy el Fitra )
Stefi Thenu / FMB Jumat, 10 April 2020 | 09:11 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Sekelompok warga menolak pemakaman seorang pasien positif Covid-19 di Kabupaten Semarang.

Perempuan asal Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, itu meninggal dunia, pada Kamis (9/4/2020). Korban yang sehari-hari berprofesi perawat itu meninggal dunia di RSUP dr Kariadi Semarang.

Humas Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan mengatakan, jenazah rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Siwarak, lingkungan Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, sesuai dengan permintaan pihak keluarga.

Namun, proses pemakaman tersebut harus dialihkan karena ada penolakan dari sekelompok warga setempat, sebelum jenazah tiba di lokasi TPU Siwarak.

“Pemangku wilayah RT 06/ RW 08 Kelurahan Bandarjo juga telah menyepakati rencana pemakaman tersebut. Namun, kami mendapatkan informasi ada sekelompok warga yang menolak,” ujar Alex.

Dia menjelaskan, sesuai dengan domisili, pasien positif Covid-19 tersebut memang berada di wilayah Ungaran Timur. Namun atas permintaan keluarga rencananya jenazah tersebut akan dimakamkan berdekatan dengan makam ayahnya.

Jenazah akhirnya diputuskan untuk dimakamkan di tempat pemakaman keluarga Rumah Sakit dr Kariadi, di kompleks TPU Bergota, Semarang, yang terletak di belakang RSUP dr Kariadi.



Sumber: BeritaSatu.com