PSBB Harus Segera Diterapkan di Wilayah Penyangga Ibu Kota

PSBB Harus Segera Diterapkan di Wilayah Penyangga Ibu Kota
Ruang tunggu penumpang di Terminal Terpadu Pulogebang sepi, Kamis (9/4/2020) menjelang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). ( Foto: Antara / Andi Firdaus )
Yeremia Sukoyo / EAS Jumat, 10 April 2020 | 12:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara resmi dimulai di DKI Jakarta, pada Jumat (10/4/2020). Sejumlah daerah pun saat ini sedang mengajukan permohonan yang sama untuk mencegah terus meluasnya penyebaran virus Covid-19.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengingatkan agar pemerintah segera memproses dan merealisasikan permohonan yang diajukan sejumlah daerah terdampak Covid-19. Termasuk pemberian izin pelaksanaan PSBB kepada kawasan penyangga Jakarta.

"Penerapan PSBB di daerah mutlak memerlukan ketegasan dan skenario yang efektif untuk mengantisipasi tren peningkatan penyebaran Covid-19," kata wanita yang akrab disapa Rerie itu, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Dengan penerapan PSBB yang diikuti oleh daerah-daerah lainnya diharapkan mampu menekan penyebaran virus. Apalagi, DKI Jakarta, termasuk di dalamnya beberapa kota besar di pulau jawa merupakan episentrum penyebaran virus Covid-19.

Dicontohkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, misalnya, yang mempersiapkan Kabupaten Bogor, Bekasi dan Kota Depok untuk menerapkan PSBB. Jika langkah yang sama segera diikuti daerah lainnya maka diharapkan dapat menekan angka penyebaran terinfeksi virus.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu segera merealisasikan program bantuan sosial di sejumlah daerah terdampak Covid-19. Yakni dengan sistem pendistribusian yang tepat sasaran, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Termasuk, upaya penegakan hukum dalam pelaksanaan PSBB yang harus terukur dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

"Setiap pemerintah daerah juga wajib meningkatkan efektivitas physical distancing di wilayahnya untuk menekan penyebaran Covid-19, yang saat ini diprediksi memasuki fase peningkatan penyebaran yang signifikan," ucap Rerie.



Sumber: BeritaSatu.com