Darurat Covid-19, Kemdikbud Gandeng TVRI Tayangkan Program Belajar dari Rumah

Darurat Covid-19, Kemdikbud Gandeng TVRI Tayangkan Program Belajar dari Rumah
Nadiem Makarim. (Foto: Antara / Rivan Awal Lingga)
Maria Fatima Bona / JAS Jumat, 10 April 2020 | 13:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, untuk membantu para siswa belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggandeng TVRI untuk menayangkan program "Belajar dari Rumah".

Nadiem menyebutkan, program "Belajar dari Rumah" di TVRI merupakan respons cepat Kemdikbud terhadap masukan Komisi X DPR RI pada Rapat Kerja (27/3/2020) belum lama ini. Pasalnya, masih banyak daerah yang mengalami kesulitan jaringan internet, maka melalui program "Belajar dari Rumah" di TVRI dapat menjangkau semua kelangan.

"Program 'Belajar dari Rumah' merupakan bentuk upaya Kemdikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19, khususnya membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak geografis,” kata Nadiem dalam telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah, Kamis (9/4).

Nadiem menyebutkan, program "Belajar dari Rumah" mulai tayang di TVRI pada Senin 13 April 2020 dimulai pada pukul 8 pagi hingga 11 malam selama tiga bulan ke depan. Ada pun fokus program pada tiga konten atau materi pembelajaran meliputi; peningkatan literasi, numerasi, serta penumbuhan karakter peserta didik untuk semua jenjang.

Selain itu, "Belajar dari Rumah" juga akan menyajikan program bimbingan orangtua dan guru serta tayangan kebudayaan pada akhir pekan.

Untuk memaksimalkan program tersebut, Nadiem mengatakan, Kemdikbud juga akan memonitor dan mengevaluasi program bersama dengan lembaga nonpemerintah. "Yang perlu dicatat bahwa sesungguhnya dalam keadaan seperti ini, yang menjadi penting saat adalah pemberian pendidikan yang bermakna,” ujarnya.

Menurut Nadiem, dalam situasi pandemi Covid-19, dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terhenti, solidaritas dan gotong royong menjadi kunci penanganan Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu Kemdikbud terbuka untuk kerja sama dan kolaborasi pendukungan penyelenggaraan pendidikan di masa darurat ini.

"Kami berterima kasih atas semua bantuan, kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, dari Komisi X, mitra swasta, organisasi masyarakat, juga relawan yang bersama-sama mengambil peran dan kontribusi dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Untuk itu, Nadiem berharap agar para orang tua, pendidik, dan peserta didik menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes).

“Pesan saya agar baik orang tua, siswa, dan guru menjaga kesehatan masing-masing beserta keluarga sesuai protap dari Kemkes terkait Covid-19, dan untuk mengikuti imbauan Presiden Jokowi agar belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com