LPSK Sebut Kompensasi Rp 65 Juta untuk Wiranto Kewajiban Negara

LPSK Sebut Kompensasi Rp 65 Juta untuk Wiranto Kewajiban Negara
Wiranto. (Foto: Antara)
Fana Suparman / JAS Jumat, 10 April 2020 | 16:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) meyatakan telah menjadi kewajiban negara untuk memberikan kompensasi atau bantuan medis kepada korban tindak pidana terorisme. Termasuk kepada mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang menjadi korban penyerangan di Pandeglang pada 10 Oktober 2019 lalu.

Kompensasi kepada korban terorisme ini tercantum dalam Pasal 36 UU nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Terorisme.

"Sesuai mandat UU No 5 Nomor Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, LPSK diwajibkan memberikan bantuan medis sesaat setelah kejadian. Selain itu, korban juga berhak mendapat kompensasi," kata Wakil Ketua LPSK, Manager Nasution saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2020).

Pengajuan kompensasi untuk Wiranto ini terungkap dalam surat dakwaan Syahrial Alamsyah alias Abu Rara yang menjadi terdakwa penyerang Wiranto. Dalam surat dakwaan disebutkan, LPSK mengajukan permohonan kompensasi bagi korban atas nama korban Wiranto dan Fuad Syauqi sebesar Rp 65.232.157.

Manager menyebut Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme telah mengatur adanya pemberian kompensansi kepada korban, meskipun Wiranto tidak mengajukan. Dikatakan, pemberian kompensasi ini harus berdasarkan bukti dari kepolisian dan BNPT.

"LPSK wajib untuk memfasilitasinya memberikan kompensasi dari negara. Meskipun Wiranto tidak meminta, sesuai dengan perintah UU LPSK harus memfasilitasi itu," katanya.

Kompensasi akan diberikan apabila pengadilan memutus agar Wiranto berhak menerimanya. Dengan demikian, pemberian kompensasi kepada Wiranto harus menunggu keputusan pengadilan.

"Uang kompensasi akan diberikan apabila diputus oleh pengadilan Wiranto berhak menerimanya. Setelah diputus pengadilan baru bisa disampaikan (kompensasi)," tegas Manager. 



Sumber: BeritaSatu.com