Ketua Dewan Guru Besar IPB Meninggal Dunia

Ketua Dewan Guru Besar IPB Meninggal Dunia
Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat. ( Foto: Heri Soba )
Yudo Dahono / YUD Jumat, 10 April 2020 | 17:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Warga IPB University merasakan duka yang sangat mendalam atas meninggalnya Prof Dr Ir Muhammad Yusram Massijaya, MS, Ketua Dewan Guru Besar (DGB) Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (10/4/2020). Prof Yusram meninggal pada 10 April 2020 pukul 05.31 WIB di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Rektor IPB Prof Dr Arif Satria menyatakan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Prof Yusram.

"IPB University sangat kehilangan salah satu putra terbaiknya. Almarhum adalah pribadi yang sangat baik, selalu memberikan pemikiran-pemikiran besar untuk kemajuan institusi. Almarhum telah melahirkan karya-karya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga ini menjadi amal soleh. Semoga beliau husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah, " ungkap rektor melalui keterangan tertulis, Jumat (10/4/2020). 

“IPB University sudah secara maksimal mengupayakan perawatan almarhum di RSUD Cibinong dan Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto. Tapi Allah berkehendak lain.”

Rektor pun menghimbau kepada warga IPB untuk melakukan salat gaib kepada Prof Yusram. “Sehubungan dengan hal tersebut, dengan segala hormat dimohon keikhlasan untuk melakukan salat gaib di rumah masing-masing untuk mendoakan almarhum. Bagi yang berkeyakinan selain Islam, mohon mendoakan Prof Yusram menurut keyakinannya masing-masing.”

Prof Dr Ir Muhammad Yusram Massijaya dilahirkan di Makassar, 24 November 1964. Ia lulus sebagai Sarjana di bidang Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan IPB University tahun 1987, lulus Magister Ilmu Perkayuan (Wood Science) IPB University pada tahun 1992. Tahun 1997 lulus dengan menyandang gelar Ph.D (Doktor) di bidang Biomaterial Science (Wood-Based Panels/Bio- Composite), University of Tokyo, Jepang.

Selama perjalanan karirnya, ahli biokomposit ini telah membimbing mahasiswa baik program sarjana, magister maupun doktor, serta banyak berkiprah dalam berbagai penelitian yang terkait pengolahan hasil hutan, teknologi kayu lapis dan kayu lamina, komposit bukan kayu, teknologi lamina, teknologi serat dan komposit, dan lainnya.

Almarhum Prof. Yusram juga aktif berkiprah di berbagai organisasi profesi diantaranya Ketua Asosiasi Profesor Indonesia (2019-2024) dan Ketua Pengawas Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (April 2019-April 2020).

Beberapa buku telah ditulisnya bersama tim diantaranya: 1) Merevolusi Revolusi Hijau, Pemikiran Guru Besar IPB (Buku III): Teknologi Pemanfaatan Kayu Berdiameter Kecil; 2) Bio-composite Products and Wood Market for Papua New Guinea Wood; 3) Development of Adaptation and Mitigation Model in Small Island : Lesson Learnt from Korea – Indonesia Climate Joint Project in Lombok Island; 4) Pedoman Pelaksanaan Orasi Ilmiah Guru Besar IPB; 5) Setahun Membangun Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Sebagai Pemikir Bangsa.

Prof Yusram juga aktif berkiprah dalam menelurkan usulan kebijakan publik berupa rekayasa sosial diantaranya: 1) Improving added value and small medium enterprises capacity in the utilization of plantation timber for furniture production in Jepara Region of Java, Indonesia; 2)Rencana Strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; 3) Standar Nasional Indonesia tentang kayu dan kayu lapis kayu lapis.

Atas inovasinya, Prof Yusram mendapatkan dua penghargaan dari Rektor IPB University masing-masing sebagai Innovator dan Author pada Tribute to Innovator and Author tahun 2015. Prof Yusram menjabat sebagai Ketua Dewan Guru Besar IPB University sejak tahun 2016. Ia terpilih sebagai Ketua Asosiasi Profesor Indonesia (API) Periode 2019-2024.



Sumber: BeritaSatu.com