Kasus Positif Covid-19 di Bali Didominasi Imported Case

Kasus Positif Covid-19 di Bali Didominasi Imported Case
Ilustrasi penanganan pasien terinfeksi "corona". ( Foto: Antara )
I Nyoman Mardika / FER Jumat, 10 April 2020 | 18:38 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Kasus positif virus corona jenis baru atau Covid-19 di Bali mayoritas didominasi imported case, baik yang dibawa dari luar negeri ataupun dari luar daerah yang terjangkit.

Baca: Covid-19 Telah Menginfeksi 34 Provinsi di Indonesia

Secara khusus, Gubernur Bali, Wayan Koster, sebelumnya menyatakan, kecenderungan pasien positif Covid-19 dari pekerja migran Indonesia (PMI) terus bertambah. Utamanya PMI yang sebelumnya bekerja di Amerika Serikat (AS) dan Italia.

Dari data yang disampaikan, Rabu (8/4/2020), tercatat 15 dari total 49 kasus positif di Bali merupakan PMI atau imported case. Sehari setelahnya atau Kamis (9/4/2020), ada tambahan 14 kasus positif dimana 12 orang diantaranya, juga imported case karena memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kedatangan PMI dan anak buah kapal (ABK). "Sebab, yang dilepas ke masyarakat adalah PMI dan ABK dengan hasil rapid test negatif," kata Dewa Indra dalam keterangan persnya, Jumat (10/4/2020).

Baca: PDP Covid-19 di Bali Lampaui 200 Orang

Dewa Indra mengatakan, sedangkan yang positif tidak akan lolos karena sudah dipilah di bandara. Itupun yang tes PCR-nya kembali positif juga tidak dibawa ke tempat karantina, tapi langsung ke rumah sakit (RS) untuk mendapat penanganan hingga sembuh. Pihaknya juga meminta warga tak melakukan penolakan.

"Jadi, karena itu kami mohon seluruh masyarakat Bali jangan melakukan penolakan kepada anak-anak kita, baik PMI ataupun ABK," imbuhnya.

Dewa Indra menambahkan, banyaknya imported case akan menjadi bahan evaluasi bagi Gugus Tugas untuk memperkuat lagi pertahanan pintu masuk di Bali supaya tidak bertambah. Termasuk di Bandara Ngurah Rai yang menjadi pintu masuk utama PMI.

Baca: Industri Pariwisata Bali Lumpuh

"Pengawasan atau filter, screening pertama kan kita lakukan di bandara. Jadi kalau ABK atau PMI ini pulang, maka kita screening di bandara," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com