Lawan Corona, Petrokimia Bantu APD dan Masker

Lawan Corona, Petrokimia Bantu APD dan Masker
Petrokimia Gresik memberikan bantuan APD dan alat pertanian ke petani. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Robertus Wardy / RSAT Jumat, 10 April 2020 | 19:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wabah virus corona atau Covid 19 terus menyebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Belum ada tanda-tanda wabah ini akan berakhir. Malah dari hari ke hari, terus meningkat dan memakan korban.

Menyikapi wabah pandemi ini, Petrokimia Gresik membantu alat pelindung diri (APD), masker, dan alat kesehatan lainnya. Bantuan diberikan ke rumah sakit dan masyarakat yang terjangkit wabah tersebut.

"Kami memberikan bantuan kepada petani, berupa hand sanitizer, disinfektan, masker, pompa air, traktor mini (cultivator), dan hand sprayer,” kata Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Rahmad menjelaskan perusahannya juga memberikan bantuan kepada kios resmi dalam bentuk hand sanitizer, disinfektan, masker dan hand sprayer. Kemudian melakukan penyemprotan disinfektan di kios resmi, gudang penyangga, hingga armada transportasi pupuk. Bantuan lainnya adalah sarung tangan, baju pelindung, sepatu, pelindung wajah untuk rumah sakit.

Menurutnya, bantuan terutama diberikan kepada warga di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember dan Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Dua kecamatan itu merupakan lokasi Petrokima.

"Bantuan ini menjadi sangat penting karena Kabupaten Jember dan Ngawi merupakan lumbung beras nasional. Ini untuk menopang ketahanan pangan nasional,” ujar Rahmad.

Sebelumnya, pada Rabu (8/4/2020) dan Kamis (9/4.2020), Petrokimia yang merupakan anggota holding Pupuk Indonesia, menggelar panen padi dengan produktivitas mencapai enam ton per hektare. Panen dilakukan di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember dan Desa Sidokerto, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Hasil panen kali ini satu ton lebih banyak dari rata-rata kebiasaan petani setempat yang hanya mencapai lima ton per hektar.

"Ini adalah salah satu bukti bahwa upaya pemenuhan stok pangan nasional, khususnya beras. Kami tetap berjalan meskipun Indonesia tengah menghadapi wabah penyakit," tutup Rahmad.



Sumber: BeritaSatu.com