Pandemi Covid-19, Stok Beras di Bengkulu Dipastikan Aman

Pandemi Covid-19, Stok Beras di Bengkulu Dipastikan Aman
Ilustrasi beras Bulog. ( Foto: Antara / Asep Fathulrahman )
Usmin / FER Jumat, 10 April 2020 | 20:01 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk memastikan stok beras di daerah ini dalam keadaan mencukupi hingga beberapa bulan kedepan.

Baca: Mendag Minta Bulog Optimal Serap Beras Petani

"Tadi pak Gubernur meninjau gudang Bulog Bengkulu, untuk memastikan stok beras di daerah dalam keadaan aman, sehingga kebutuhan beras selama berlangsung wabah Covid-19 di daerah ini, tidak mengalami kekurangan," kata Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu, Jaduliwan, kepada Beritasatu.com di Bengkulu, Jumat (10/4/2020).

Jaduliwan mengatakan, peninjuan gudang beras milik Bulog juga dilakukan dalam rangka program Pemprov Bengkulu, untuk menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak wabah virus corona di 10 kabupaten dan kota di daerah ini.

Untuk menyalurkan bantuan sembako tersebut, kata Jaduliwan, Pemprov Bengkulu, masih berkoordinasi dengan para Sekda kabupaten dan kota di daerah ini untuk menetapkan jumlah penerima bantuan di masing-masing kabupaten dan kota, termasuk nilai isi paket sembako tersebut.

Baca: Jokowi Pastikan Stok Pangan Cukup

"Jika sudah data penerima dan kesepakatan besaran nilai paket sembako yang akan diberikan kepada warga terdampak virus korana di kabupaten dan kota di Bengkulu, maka bantuan sembako segera kita realisasikan kepada masyarakat terdampak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Devisi Regional (Divre) Bulog Bengkulu, Defrizal mengatakan, saat ini stok beras di gudang Bulog setempat sebanyak 4.500 ton. Namun, stok ini akan ditambah lagi sebanyak 1.000 ton.

"Sekarang beras tambahan sebanyak 1.000 ton masih dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bengkulu. Kita harapkan dalam pekan ini juga beras tersebut sudah tiba di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu," ujarnya.

Baca: Bulog Gandeng SGC Gelar Stabilisasi Pangan

Jika beras tambahan ini, sudah tiba di Bengkulu, maka stok beras Bulog daerah ini mencapai 5.500 ton. Stok beras sebanyak ini mampu mengatasi kebutuhan masyarakat selama lima bulan ke depan.

"Stok beras kita yang ada sebanyak 5.500 ton diperkirakan mampu mengatasi kebutuhan selama lima bulan kedepan. Jadi, masyarakat Bengkulu tak perlu risau soal stok beras ditengah wabah virus corona di daerah ini, karena beras yang ada cukup mengatasi kebutuhan warga beberapa bulan kedepan," ujarnya.

Defrizal menambahkan, stok minyak goreng 1.400 liter dan gula sebanyak 100 ton dan terigu sebanyak 32 ton. "Stok minyak goreng, gula pasir dan terigu ini cukup mengatasi kebutuhan selama 4 bulan kedepan," ujarnya.

Baca: 9 Kabupaten di Bengkulu Masih Zona Hijau Covid-19

Jika stok bahan sembako ini mulai menipis akan segera ditambah lagi sehingga persediannya di Bengkulu, dalam keadaan cukup. Dengan demikian, haarga sembako di Bengkulu, menghadapi bulan Ramadan dalam keadaan stabil.

"Bila harga merambat naik, kita segera turun ke lapangan menggelar operasi pasar di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu guna menstabilkan bahan pangan tersebut. Kita jamin harga sembako di Bengkulu, awal Ramadan stabil," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com