Menkes: Rote Ndao NTT Belum Layak Terapkan PSBB

Menkes: Rote Ndao NTT Belum Layak Terapkan PSBB
Menkes Terawan, memberikan pesan kepada tim yang dikerahkan untuk mengevakuasi WNI di China, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Februari 2020 siang. ( Foto: Beritasatu Photo/David Gita Roza )
Dina Manafe / IDS Minggu, 12 April 2020 | 18:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengajuan untuk pembatasan sosial skala besar (PSBB) oleh Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timurr (NT) belum disetujui oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Alasannya, Rote Ndao belum memenuhi kriteria untuk menerapkan PSBB.

Pada 6 April 2020, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah mengirimkan surat permohonan PSBB kepada Menkes. Namun, berdasarkan hasil kajian epidemiologi dan aspek lainnya oleh tim teknis, Menkes memutuskan bahwa Kabupaten Rote Ndao, NTT, belum layak ditetapkan PSBB. Keputusan tersebut dilayangkan Menkes Terawan melalui surat yang ditujukan langsung kepada Bupati Rote Ndao pada Sabtu (11/4/2020).

“PSBB di Kabupaten Rote Ndao belum bisa diterapkan. Itu diputuskan setelah melakukan kajian terhadap aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, pertahanan, dan keamanan,” kata Menkes di Jakarta, Minggu (12/4/2020).

Selain aspek di atas, menurut Menkes, pihaknya juga memperhatikan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan diputuskan bahwa Kabupaten Rote Ndao belum bisa ditetapkan PSBB.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, diatur bahwa untuk dapat ditetapkan PSBB di suatu wilayah provinsi atau kabupaten atau kota harus memenuhi sejumlah kriteria.

Pertama, jumlah kasus dan atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah.

Kedua, terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain. Jika dilihat dari data nasional yang dilaporkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, per hari ini, jumlah kasus konfirmasi positif di NTT baru satu kasus. Kasus ini berasal dari Kabupaten Alor. Pasien sudah dikarantina di RSUD WZ Johannes, Kupang.

Selain kriteria di atas, penetapan PSBB ditetapkan atas pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, keamanan serta aspek lainnya. Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan juga harus memperhatikan pertimbangan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam menetapkan PSBB.

Walaupun belum dapat diterapkan PSBB, Menkes berharap Pemerintah Kabupaten Rote Ndao tetap melakukan upaya penanggulangan Covid-19 dengan berpedoman pada protokol dan ketentuan peraturan perundang-undangan.



Sumber: BeritaSatu.com