Jangan Cemari Institusi Polri Hanya karena Uang Rp 10 Ribu

Jangan Cemari Institusi Polri Hanya karena Uang Rp 10 Ribu
Ilustrasi polisi (Foto: Istimewa)
Arnold H Sianturi / JEM Senin, 13 April 2020 | 14:09 WIB

Medan, Beritasatu.com - Tindakan kurang terpuji oleh Bripka MRS, oknum satuan lalu lintas (satlantas) terkait dugaan pungutan liar (pungli) dan meludahi pengendara mobil di tengah wabah virus corona (Covid-19), dan rekaman videonya viral di media sosial (medsos) itu, ternyata berbuntut panjang.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin langsung memimpin apel pagi di Markas Kepolisian Resort Kota (Mapolrestabes) Medan. Dia memberikan pengarahan langsung kepada seluruh anak buahnya supaya memberikan pelayanan prima sebagai polisi yang melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat.

"Jangan mencemarkan nama institusi Polri hanya gara-gara uang Rp 10 ribu. Kejadian ini memalukan dan tragis. Zaman sudah berubah dan harus transparan. Kekuatan media sulit diimbangi," ujar Martuani Sormin saat menyampaikan pengarahannya, Senin (13/4/2020). Turut hadir mendampingi Kapolda, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir.

Mantan Kapolda Papua ini mengingatkan, polisi yang tidak mempu memberikan pelayanan terbaik di masyarakat, seperti keinginan yang diperintahkan oleh atasannya, sebaiknya melapor kepada pimpinan. Sehingga, polisi yang tidak bisa merubah sikap dan perilaku buruknya, tidak ada lagi di tengah masyarakat.

"Coba lihat seragam yang dipakai, kamu harus melihat status sosialmu menjadi terhormat, tapi jangan gadaikan kehormatan. Jangan ada lagi perlakuan diskriminatif terhadap pengendara dengan plat nomor asal Aceh. Ingat, semua yang kamu lakukan diperhatikan dan didokumentasikan oleh orang lain. Saya tindak tegas," katanya.

Mantan Asops Kapolri ini juga memberikan penekanan kepada seluruh kapolsek, supaya mengarahkan setiap perwiranya untuk bertugas dengan penuh tanggungjawab, apalagi di tengah masa sulit akibat mewabahnya virus corona tersebut. Polisi harus dapat menjaga kehormatan dan martabat supaya tidak dapat dibeli oleh orang lain.

"Jangan ada yang menghambat pendistribusian bahan pangan. Jika perlu lakukan pengawalan saat pendistribusian. Tangkap ormas yang berani meminta uang bongkar muat. Negara ini hadir dalam mengatasi semua persoalan ini. Kita tidak boleh menggadaikan kehormatan," imbuhnya.

Seperti yang diberitakan, rekaman video oknum polisi lalu lintas (polantas) yang meludahi pengendara mobil Yaris BK 1588 QA di tengah wabah virus corona (Covid-19) di Jalan MT Haryono - Jalan Irian Barat, persisnya di dekat Gedung Uniland Medan, sampai Senin (13/4/2020), masih viral di media sosial.

Oknum polisi yang diduga mencoreng citra kepolisian itu adalah Bripka M Rasoki Siregar, merupakan anggota satuan lalu lintas dari Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Medan Timur. Oknum polisi ini bersama seorang warga sipil bernama Muhammad Wahyu Ikhsan, sudah diamankan petugas Propam Polrestabes Medan.

"Sebagai pimpinan, saya minta maaf sebesar - besarnya kepada masyarakat atas tindakan tidak terpuji oleh oknum polisi ini. Saya malu melihat video yang beredar tersebut. Tidak seharusnya ini terjadi. Kasus seperti ini tidqk boleh terjadi lagi," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir.

Jhonny menegaskan, oknum polisi yang melakukan perbuatan tidak terpuji itu bersama seorang rekannya yang merupakan warga sipil, sudah diamankan. Keduanya sedang menjalani proses pemeriksaan. Polisi juga mengusut kasus dugaan pungutan liar (Pungli) oleh oknum tersebut. Polisi menyita uang sebesar Rp 10 ribu sebagai barang bukti.

"Saya juga sudah mengajukan permohonan kepada pimpinan supaya oknum polisi ini dipindahkan tugasnya di luar Satuan Polrestabes Medan. Mental yang buruk akan merusak perilaku diri sendiri. Saya tekankan kepada personil lain supaya menjalankan tugas dan pelayanan yang baik kepada masyarakat," tegasnya.

Berdasarkan informasi, perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oknum polisi itu terjadi di Jalan MT Haryono - Jalan Irian Barat, Sabtu (11/4/2020) sekitar pukul 14.00 WIB. Bripka Rasoki berboncengan dengan Ikhsan menghentikan kendaraan roda 4 jenis Agya warna abu-abu yang dikendarai oleh seorang laki-laki dan penumpangnya seorang wanita.

Bripka Rasoki turun dari sepeda motor dan menghampiri sopir mobil Agya, dan menegur sopir kenapa tidak menggunakan sabuk pengaman sambil meminta surat - surat kendaraan. Setelah SIM dan STNK diserahkan, selanjutnya Bripka Rasoki memeriksa surat-surat tersebut kemudian menyerahkan kembali STNK kepada sopir mobil Agya.

Namun, oknum itu masih tetap menahan SIM sambil mengarahkan sopir Agya itu untuk bergerak ke depan lagi (lewat traffic light Jalan MT. Haryono - Jalan Cirebon depan toko mercon), karena untuk menghindari kemacetan.

Ketika pengendara mobil Agya sudah bergerak, kemudian sebuah mobil jenis Yaris BK 1588 QA warna putih dengan suara knalpot bising melintas. Bripka Rasoki langsung menghentikan pengendara mobil itu. Kemudian Bripka Rasoki memerintahkan sopir untuk membuka kaca mobil sembari bertanya kepada sopirnya.

Keduanya pun terlibat perdebatan yang memicu emosi Bripka Rasoki dengan meludahi pengendara mobil Yaris itu. Namun, sebelum meludahi sopir itu, Bripka Rasoki menyempatkan menyerahkan SIM sopir Agya yg dihentikan sebelumnya. Dia menganjurkan supaya menemui rekannya (Ikhsan).

Penumpang mobil Agya kemudian turun dan menghampir Ikhsan dan meminta SIM sambil menyerahkan uang Rp 10.000. Uang itu diterima oleh Ikhsan. Setelah SIM diterima kemudian mobil Agya berjalan ke depan mobil Yaris sambil melakukan perekaman melalui handphone. Di mana, saat itu terjadi perdebatan sengit antara Bripka Rasoki dengan pengendara mobil Yaris. 

 



Sumber: BeritaSatu.com