Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, IRT Jadi Pengupas Bawang
Logo BeritaSatu

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, IRT Jadi Pengupas Bawang

Senin, 13 April 2020 | 16:19 WIB
Oleh : YUD

Kotabaru, Beritasatu.com - Demi bertahan hidup di tengah pandemi virus corona (Covid-19), belasan Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengupas bawang merah tanpa mempedulikan kesehatannya. Mereka mengupas bawang merah tanpa menggunakan alat pelindung diri di tengah pandemi virus corona pada saat ini.

"Di sudut Pasar Kemakmuran Kotabaru, belasan ibu rumah tangga tanpa memakai alat pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan, mereka mengupas bawang merah demi memperoleh penghasilan mempertahankan hidup keluarganya," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotabaru, H Akhmad Rivai, di Kotabaru, Senin (13/4/2020).

Dijelaskan, dalam setiap mengupas bawang merah, sekelompok perempuan yang rata-rata berumur di atas 40 tahun itu mendapatkan upah Rp 7.000 per kilogram.

Mereka mulai beraktivitas mengupas bawang merah dengan menggunakan sebilah lading dan duduk di lantai sudut Pasar Kemakmuran Kotabaru mulai pukul 08.00 - 17.00 Wita.

Setelah sekitar 10 jam beraktivitas, rata-rata ibu rumah tangga itu berhasil mengupas sekitar 20 kilogram bawang merah atau mendapatkan upah sekitar Rp 140.000 sehari.

Pedagang besar atau agen untuk memenuhi kebutuhan bumbu dapur, mereka mendatangkan bawang merah asal Sulawesi dan NTB yang masih dalam kondisi bawang merah bertangkai, sehingga perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum dijual ke pelanggan.

"Namun disayangkan belasan ibu-ibu pengupas bawang merah ini tidak menggunakan masker dan sarung tangan, sehingga rawan berpotensi terjangkitnya penyakit," kata Rivai yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru.

Mestinya pedagang yang menjual jasanya tersebut menyediakan masker dan sarung tangan untuk setiap ibu-ibu pengupas bawang sehingga dirinya aman dari segala penyakit.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 jelas hampir semua penduduk akan terdampak sosial ekonominya terutama masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Untuk itu disarankan agar Dinas Sosial melakukan penyisiran pendataan yang valid dan tepat sasaran dalam memberikan bantuan baik itu berupa paket sembako atau bantuan lainnya.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelni Karantina Kapal KM Lambelu

Langkah ini diambil Pelni berdasarkan hasil pemeriksaan adanya indikasi terpapar tanpa gejala pada 24 orang petugas KM Lambelu.

NASIONAL | 13 April 2020

Puluhan Ribu Desa Bentuk Tim Relawan Tanggap Covid-19

Sekitar 20.708 desa telah membentuk relawan desa lawan Covid-19. Para relawan ini bertugas untuk melakukan sosialisasi pencegahan hingga pendataan penduduk.

NASIONAL | 13 April 2020

Wali Kota Tanjungpinang Positif Covid-19

Syahrul dirawat di ruang isolasi di RSUP Kepri. Kondisi Wali Kota Tanjungpinang Syahrul relatif stabil, meski tubuhnya sudah dipasang ventilator.

NASIONAL | 13 April 2020

Tambah 316, Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 4.557

Achmad Yurianto menyebutkan data 12-13 April 2020, terdapat penambahan kasus positif virus corona 316 Total kasus positif Covid-19 di Indonesia yakni 4.557.

NASIONAL | 13 April 2020

Fraksi PPP: Bereskan Aturan Pembatasan Transportasi

Kalau alasan Kementerian Perhubungan adalah demi membantu driver ojek online, faktanya Pemerintah sudah menyiapkan stimulus sebesar Rp 400 triliun lebih.

NASIONAL | 13 April 2020

Puluhan ABK KM Kelud Diduga Terpapar Covid-19

ABK berinisial TF positif Covid-19, dan begitu juga ketika memeriksa 39 orang rekan ABK tersebut.

NASIONAL | 13 April 2020

Tak Penuhi Kriteria, PSBB Kota Palangkaraya Belum Diterapkan

Menkes Terawan Agus Putranto menolak usulan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar.

NASIONAL | 13 April 2020

Pimpinan MPR Minta Pemerintah Terbuka Soal Kartu Prakerja

Pemerintah harus memastikan bahwa persyaratan bagi penerima kartu prakerja itu tak membuat frustasi hanya karena hal semacam persyaratan.

NASIONAL | 13 April 2020

Banyak Warga Jateng di DKI Belum Terima Bansos, Ganjar Hubungi Anies

Ada sekitar tujuh juta warga Jateng yang mengadu nasib di Jakarta dan kota besar lainnya seperti Bodetabek.

NASIONAL | 13 April 2020

Dampak Covid-19, 1.200 Pekerja di Bengkulu Terkena PHK

Sebagian besar pekerja yang terkena PHK itu, bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pabrik.

NASIONAL | 13 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS