Penerbangan Sepi, Aliansi Ground Handling Harapkan Insentif
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Penerbangan Sepi, Aliansi Ground Handling Harapkan Insentif

Senin, 13 April 2020 | 16:30 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Aliansi Ground Handling Indonesia (AGHI) mengharapkan keringanan dan insentif dari pemerintah serta pemangku kepentingan di tengah lesunya industri penerbangan dunia imbas pandemi virus corona (Covid-19). Tanpa adanya insentif, para pelaku usaha jasa ground handling terancam bangkrut.

Ketua Umum AGHI Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan, semua maskapai penerbangan sudah dan terus mengurangi jumlah penerbangan, baik rute dan frekuensinya, sebagai dampak pandemi Covid-19.

"Saat ini jumlah penerbangan yang ditangani telah menurun drastis sampai 80 persen karena adanya pembatasan lalu lintas penumpang di seluruh negara, dalam rangka menghambat pandemi Covid-19, sehingga maskapai berhenti beroperasi dan atau mengurangi frekuensi sampai jangka waktu yang tidak bisa ditentukan," jelas Ida Pangelingsir Agung dalam keterangannya, Senin (13/4/2020).

Dia melanjutkan, apabila pandemi Covid-19 berlangsung lebih lama lagi, maka industri ground handling, yang merupakan industri penunjang bisnis penerbangan, akan semakin terpuruk. Bahkan, menurut Ida Pangelingsir, sebagian anggota AGHI akan bangkrut.

“Tidak mungkin sumber daya ground handling kami di-standby-kan mendukung operasional bandara dan maskapai, tanpa adanya kepastian penghasilan. Perusahaan ground handling pun menghadapi tekanan atas biaya tetap,” sebut dia.

Ida mengakui, untuk mengurangi kerugian yang diderita beberapa waktu belakangan ini, sejumlah anggota AGHI sudah bersiap mengantisipasinya, bahkan banyak di antaranya sudah melakukan langkah-langkah strategis. Dia menjelaskan, sebagai sebuah perusahaan yang berkarakter padat modal sekaligus padat karya serta fully regulated, anggota AGHI tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan usaha dan keberadaan karyawan.

“Namun demikian, sangat sulit bagi kami untuk bisa mempertahankan karyawan dengan biaya operasional besar tanpa pemasukan. Akhirnya opsi menutup operasi, merumahkan karyawan atau unpaid leave, atau bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja sangat dimungkinkan terjadi," jelas Ida Pangelingsir Agung.

Ida Pangelingsir Agung menyebutkan, demi menyelamatkan industri ground handling agar tetap eksis hingga saat pemulihan nanti, AGHI akan intensif melakukan audiensi dan atau berkomunikasi untuk meminta sejumlah keringanan dan insentif dari pemerintah serta pemangku kepentingan penerbangan.

"Keringanan yang kami harapkan dari pemerintah adalah, di antaraya penangguhan pembayaran pajak-pajak; lalu perpanjangan jangka berlakunya sertifikasi personel serta alat pendukung yang sudah dikeluarkan sebelumnya; lalu penangguhan kewajiban pembayaran iuran-iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,” sebut dia.

Selain itu, AGHI juga mengajukan keringanan dalam bentuk pemberian diskon atas sewa ruang, lahan diperkeras dan konsesi, penundaan tempo pembayaran, serta pembebasan pengenaan minimum omzet bruto (MOB) pada bandara yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan dan/atau BUMN kebandarudaraan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Miris Banyak Penolakan Pemakaman Jenazah Corona, Tenaga Medis Tangerang Pakai Pita Hitam

DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia merasa prihatin akibat banyaknya masyarakat yang menolak pemakaman akibat kasus corona.

NASIONAL | 13 April 2020

Pandemi Covid-19, Lampung Belum Ajukan PSBB

Provinsi Lampung belum mengajukan PSBB karena wilayah tersebut belum dinyatakan zona merah oleh Kementerian Kesehatan.

NASIONAL | 13 April 2020

Perangi Covid-19, Gugus Tugas Minta Masyarakat Teladani Warga Cimahi

Jokowi memuji masyarakat di Cimahi, Jawa Barat karena mereka telah melaksanakan gotong royong dalam menghadapi pandemi corona di kampungnya.

NASIONAL | 13 April 2020

Wakapolda Yogyakarta Disebut Jadi Deputi Penindakan KPK

Karyoto dikabarkan menyingkirkan Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Brigjen Rudi Setiawan dan Kadiklat Reserse Lemdiklat Polri Brigjen Agus Nugroho.

NASIONAL | 13 April 2020

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, IRT Jadi Pengupas Bawang

Belasan ibu rumah tangga (IRT) bertahan hidup di tengah pandemi virus corona (Covid-19) dengan menjadi pengupas bawang merah.

NASIONAL | 13 April 2020

Pelni Karantina Kapal KM Lambelu

Langkah ini diambil Pelni berdasarkan hasil pemeriksaan adanya indikasi terpapar tanpa gejala pada 24 orang petugas KM Lambelu.

NASIONAL | 13 April 2020

Puluhan Ribu Desa Bentuk Tim Relawan Tanggap Covid-19

Sekitar 20.708 desa telah membentuk relawan desa lawan Covid-19. Para relawan ini bertugas untuk melakukan sosialisasi pencegahan hingga pendataan penduduk.

NASIONAL | 13 April 2020

Wali Kota Tanjungpinang Positif Covid-19

Syahrul dirawat di ruang isolasi di RSUP Kepri. Kondisi Wali Kota Tanjungpinang Syahrul relatif stabil, meski tubuhnya sudah dipasang ventilator.

NASIONAL | 13 April 2020

Tambah 316, Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 4.557

Achmad Yurianto menyebutkan data 12-13 April 2020, terdapat penambahan kasus positif virus corona 316 Total kasus positif Covid-19 di Indonesia yakni 4.557.

NASIONAL | 13 April 2020

Fraksi PPP: Bereskan Aturan Pembatasan Transportasi

Kalau alasan Kementerian Perhubungan adalah demi membantu driver ojek online, faktanya Pemerintah sudah menyiapkan stimulus sebesar Rp 400 triliun lebih.

NASIONAL | 13 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS