Butuh 1 juta APD, Jateng Gandeng UKM dan Industri Rumahan

Butuh 1 juta APD, Jateng Gandeng UKM dan Industri Rumahan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima bantuan alat pelindung diri (APD) karya siswa Sekolah Menengah Khusus (SMK) di Semarang, Rabu, 8 April 2020. ( Foto: Istimewa )
Stefy Tenu / IDS Rabu, 15 April 2020 | 21:02 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Sampai saat ini, baru sekitar 356.978 alat pelindung diri (APD) yang tersedia di seluruh rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Jawa Tengah. Padahal, kebutuhan APD di Jawa Tengah untuk menangani Covid-19 ini diperkirakan mencapai satu juta unit.

Salah satu jurus Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pemenuhan APD untuk para tenaga medis adalah dengan menggandeng perusahaan serta usaha kecil menengah (UKM) di sektor garmen.

Ganjar mengatakan keperluan yang sangat besar itu akan sulit tercukupi jika hanya mengandalkan pabrikan. Salah satu jalan keluarnya adalah dengan menggerakkan seluruh potensi produksi.

"Saya orang yang dari awal meyakini, ketika produksi pabrikan begitu mahal dan sulit pasti akan muncul kekuatan-kekuatan dalam negeri. Saya berterima kasih kepada pelaku usaha yang mau membantu penyediaan APD ini," kata Ganjar, Rabu (15/4/2020).

Akhirnya, beberapa produsen kaos di Jateng pun kini memilih jalur alternatif dengan memproduksi APD. Balai Latihan Kerja juga memanfaatkan pesertanya untuk turut serta. Selain itu, puluhan UKM, RS, sampai siswa SMK pun tidak mau ketinggalan.

"Pemerintah bisa memberi stimulan kain dan teknologi untuk mereka bisa menjahit. SMK, BLK dan masyarakat bisa home industry, termasuk perusahaan. Ini akan sangat membantu," katanya.

APD tersebut diutamakan untuk para tenaga medis di 202 RS rujukan Covid-19 di Jawa Tengah. Dari 202 RS tersebut, 67 RS telah melakukan input data ketersediaan APD-nya.

Secara keseluruhan, saat ini terdapat 356.978 APD. Perinciannya, sepatu boot sebanyak 1.876 pasang, google glass tersedia 3.844 buah, coverall sebanyak 23.123, masker bedah 313.802, dan masker N95 sebanyak 14.333.

"Masih ada 135 RS yang belum input data. Sampai sekarang kebutuhan APD di Jateng masih aman. Meskipun kami terus mendorong pabrikan maupun UKM untuk terus memproduksi," katanya.

Selain APD yang sudah terdistribusi ke rumah sakit tersebut, puluhan ribu APD juga masih tersedia di Wisma Perdamaian, rumah dinas Gubernur Jateng yang dialihfungsikan untuk gudang logistik.



Sumber: BeritaSatu.com