Kader PDIP Diminta Bantu Atasi PHK

Kader PDIP Diminta Bantu Atasi PHK
Megawati Soekarnoputri. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / YS Kamis, 16 April 2020 | 15:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus mencermati dampak pandemi Covid-19 terhadap peri-kehidupan rakyat. Secara khusus bagi para korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang dirumahkan, buruh harian, dan warga berpenghasilan tidak tetap.

Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memerintahkan seluruh kader partai, terutama yang menjadi kepala daerah dan pimpinan dewan agar menyiapkan langkah menghadapi ancaman PHK akibat Covid-19.

"Ibu Megawati memerintahkan seluruh kader Partai, para kepala daerah, dan para pimpinan dewan dari Partai untuk menaruh perhatian ekstra pada upaya mengatasi PHK, menciptakan lapangan kerja bagi rakyat," kata Hasto dalam pernyataannya, Kamis (16/4/2020).

Hasto pun menambahkan, Megawati juga menilai dalam situasi seperti ini, maka sektor pangan harus digenjot melalui gerakan menanam tanaman apa pun yang bisa dimakan. Para kepala daerah dari PDIP juga diminta merealokasi anggaran dan mendorong program padat karya dengan tetap memenuhi seluruh ketentuan guna mencegah penularan Covid-19.

"Dalam teleconference kelima yang dipimpin Ibu Megawati, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, telah melaporkan realokasi anggaran sebesar Rp110 miliar. Demikian juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas telah melakukan realokasi anggaran sehingga tersedia sekitar Rp300 miliar untuk penanggulangan dampak Covid-19, termasuk program cipta kerja," ucap Hasto.

Menurut Hasto, ancaman gelombang PHK akibat Covid-19 sepatutnya diantisipasi. Sebab Organisasi Perburuhan Internasional atau ILO, memperkirakan 1,25 miliar orang pekerja di dunia terdampak parah Covid-19 dan dibayangi ancaman PHK.

"Kami berharap krisis Covid-19 ini tidak meluas. Tapi kami antisipasi jika terjadi gelombang PHK," tutur Hasto.

Hasto menyatakan, gotong royong kader PDIP diwujudkan para kader dengan banyak hal. Mulai dari aktif menyosialisasikan pencegahan penyebaran virus, menyediakan alat pendukung kesehatan gratis, mempekerjakan korban PHK membuat masker untuk rakyat, hingga mendirikan dapur umum dan membagikan makanan gratis.

Kader PDIP yang menjabat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, lanjut Hasto, mengubah rumah dinasnya menjadi ruang isolasi untuk mengatasi corona.

"Sesuai perintah Ibu Megawati untuk mengutamakan kepentingan rakyat, kepala daerah yang kami usung menyediakan jaring pengaman untuk rakyat yang penghasilannya berkurang akibat wabah ini," kata Hasto.

Hasto mengatakan berdasarkan analisa IMF serta Bank Dunia, krisis Covid-19 ini adalah pukulan telak untuk pertumbuhan ekonomi dunia.

Presiden Joko Widodo bahkan sudah menyampaikan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini tidak akan tercapai karena dilanda Covid-19.

"Sejarah mencatat kita bisa melalui banyak ujian berat. Dan, ujian kali ini bisa kita lalui dengan gotong royong, semangat berdikari, saling membantu rakyat yang kesulitan," ungkap Hasto.



Sumber: Suara Pembaruan