Wamenag Ajak Umat Muslim Percepat Bayar Zakat

Wamenag Ajak Umat Muslim Percepat Bayar Zakat
Zainut Tauhid Sa'adi. (Foto: Antara)
Maria Fatima Bona / IDS Minggu, 19 April 2020 | 19:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi, mengajak umat Muslim untuk mengeluarkan zakat harta pada saat pandemi wabah Covid-19. Menurutnya, pembayaran zakat sangat dianjurkan untuk disegerakan sepanjang sudah memenuhi nisabnya.

“Hal ini sangat membantu saudara-saudara kita yang terdampak wabah corona. Begitu juga dengan zakat fitrah sebaiknya dibayarkan pada awal bulan Ramadan dan tidak harus menunggu sampai akhir Ramadan,” terangnya dalam siaran pers yang diterima Beritasatu, Minggu (19/4/2020).

Ini terkait dengan bulan Ramadan yang akan segera hadir sebentar lagi. Zainut menyebutkan, hendaknya sebelum masuk bulan Ramadan yaitu di bulan Rajab dan Sya'ban, umat Muslim sudah mulai melatih diri dengan melaksanakan amalan-amalan sunat. Misalnya berpuasa, membaca Alquran, serta memperbanyak sedekah dan zakat harta.

Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan hadits Nabi yang diriwayatkan dari Anas. Dikatakan bahwa umat Islam ketika masuk bulan Sya’ban, senantiasa membaca Alquran dan mengeluatkan zakat hartanya sebagai bantuan untuk orang miskin dalam menghadapi puasa.

Ia juga mengajak semua umat Muslim untuk menata niat yang baik sehingga bisa menyambut Ramadan dengan ikhlas dan penuh sukacita. Meenurutnya, barang siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk ke dalam neraka.

“Begitu mulianya bulan Ramadan sehingga menyambut dengan perasaan senang dan gembira saja Allah SWT akan memberikan jaminan surga kepadanya. Dengan catatan jika semua itu dilakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan,” kata Zainut.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menyarankan untuk meniadakan kewajiban melaksanakan ziarah ke makam dan melakukan silaturahmi kepada orang tua dan kerabat. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, sebaiknya kewajiban itu diganti dengan berdoa dari rumahnya masing-masing.

“Insyaallah nilai pahalanya tidak berkurang sedikit pun. Begitu juga dengan kegiatan silaturahmi dan saling meminta maaf bisa dilakukan melalui media sosial atau media daring mengingat masih ada kebijakan untuk physical distancing dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar,Red),” ujarnya



Sumber: BeritaSatu.com