Napi Asimilasi Merampok, Diamuk Massa

Napi Asimilasi Merampok, Diamuk Massa
Polisi mengamankan napi asimilasi dari amukan massa saat melakukan kejahatan perampokan di Medan, Sumatera Utara. (Foto: Istimewa)
Arnold H Sianturi / LES Senin, 20 April 2020 | 16:26 WIB

Medan, Beritasatu.com - Meski sudah bebas dari tahanan karena program asimilasi dari pemerintah, Jenderal Sudirman (25) bersama rekannya Muhammad Ridho (21), ternyata kembali berbuat kejahatan. Bersama dua orang rekannya yang masih buron, para pelaku ini melakukan perampokan di Dusun VII Desa Bakaran Batu, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut).

Aksi perampokan ini berakhir setelah mobil Suzuki Ignis BK 1203 AAB yang digunakan untuk beraksi menabrak tembok rumah salah seorang warga di Dusun I Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan - Tebing Tinggi. Tidak pelak lagi, Jenderal Sudirman dan Muhammad Ridho diamuk massa.

"Jenderal Sudirman merupakan narapidana yang mendapatkan pembebasan dari program asimilasi, 2 April 2020. Dalam catatan kepolisian, dia sudah tiga kali menjalani hukuman dalam kasus pencurian, judi dan penggelapan. Kasus keempat ini merupakan kejahatan jalanan," ujar Kepala Sub Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Senin (20/4/2020).

Nainggolan mengatakan, Jenderal Sudirman dan Muhammad Ridho sudah diamankan petugas Polsek Firdaus dari lokasi amukan massa. Keduanya masih menjalani proses pemeriksaan guna dilakukan pengembangan lebih lanjut. Sebab, dalam kasus perampokan itu ada dua orang lagi temannya yang melarikan diri. Saat ini, identitas kedua buronan itu sudah diketahui.

Dijelaskan, empat pelaku kejahatan dengan mengendarai mobil Suzuki Ignis beraksi Dusun VII Desa Bakaran Batu, Kecamatan Sei Bamban. Korban pelaku kejahatan itu adalah Popy (16) dan rekannya Nuraisah (16), warga Desa Sukadamai. Saat kejadian, kedua korban melintas dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 3474 NAP. Para pelaku hendak merampas kendaraan korban.

"Meski gagal merampas kendaraan, para pelaku berhasil membawa kabur handphone korbannya. Para korban langsung berteriak rampok. Salah seorang warga setempat, Alfredo Nababan (20), berusaha memberikan pertolongan namun dikeroyok para pelaku. Saksi Alfredo juga berteriak minta pertolongan, kemudian warga berhamburan melakukan pengejaran," katanya.

Disebutkan, para pelaku berusaha kabur dengan melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Sebelum menabrak tembok rumah penduduk, kendaraan pelaku juga menabrak batang pohon kelapa sampai tumbang. Dua rekan Jenderal Sudirman langsung melarikan diri. Warga setempat menghajar Jenderal Sudirman bersama Muhammad Ridho.



Sumber: BeritaSatu.com