Ratusan Warga Jateng Kesulitan Akses Restrukturisasi Kredit

Ratusan Warga Jateng Kesulitan Akses Restrukturisasi Kredit
Perajin menyelesaikan pembuatan hiasan mahar pernikahan di Kuchiwalang Art, Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/4/2020). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyiapkan stimulus sebesar Rp 6,1 triliun untuk relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan dalam bentuk penundaan pokok cicilan dan bunga kredit. (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Stefy Tenu / IDS Selasa, 21 April 2020 | 21:52 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Program restrukturisasi kredit yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tengah wabah Covid-19 ternyata tak seindah kebijakannya. Faktanya, banyak masyarakat yang mengeluh karena kesulitan memperoleh program itu.

Di Jawa Tengah, setidaknya, ada 371 warga yang mengaku kesulitan mengakses program itu dan mengadu pada gubernur.

Mereka mengaku sulit mengajukan keringanan kredit. Ganjar Pranowo berharap, lembaga keuangan seperti perbankan, leasing dan lainnya tidak mempersulit warganya dalam mengajukan restrukturisasi.

Sebab menurutnya, program restrukturisasi kredit itu sangat membantu masyarakat. Sejak diluncurkan, sampai 16 April lalu sudah ada 72.699 nasabah di Jateng yang disetujui restrukturisasi kreditnya dengan jumlah kredit sebesar Rp 6,8 triliun.

Meski begitu, laporan yang masuk tentang kesulitan mengakses kebijakan itu, kata dia, juga cukup banyak. Laporan itu masuk melalui akun media sosial pribadinya ataupun melalui kanal aduan Laporgub.

"Banyak yang mengadu ke saya, misalnya Mas Saiful Anwar dari Banjarnegara. Sekarang dia nganggur karena tempat kerjanya tutup. Dia mengatakan ke saya bahwa sulit mengajukan keringanan kredit sepeda motor. Yang begini-begini ini harus dibantu, apalagi katanya, istrinya Mas Saiful ini sebentar lagi melahirkan," ujarnya, memberi contoh.

Untuk membantu masyarakat, Ganjar mengatakan telah menyediakan portal aduan dan konsultasi kredit di website kreditcenter.jatengprov.go.id. Selain itu, ia juga membuka kanal aduan di call center 0813-2516-3300 dan 0878-3477-7466.

"Silakan ini dimanfaatkan agar masyarakat bisa berkonsultasi untuk mendapatkan keringanan kredit berupa penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan kredit atau pembiayaan hingga konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara," tegasnya.

Pihaknya juga menggandeng OJK, Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) dan Asosiasi perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

"Nanti, konsultasi yang masuk dari masyarakat akan kami tindaklanjuti dengan melibatkan pihak-pihak tersebut," katanya.

Dia meminta seluruh masyarakat untuk tetap semangat dan berusaha survive di tengah pandemi Covid-19 ini. Meski situasi semua sedang sulit, namun tidak boleh ada yang menyerah dengan kondisi ini.

"Mari tetap berusaha yang terbaik demi keluarga. Jaga kesehatan, selalu pakai masker," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com