3 Kereta, Stasiun Gambir Hanya Berangkatkan 420 Penumpang Hari Ini

3 Kereta, Stasiun Gambir Hanya Berangkatkan 420 Penumpang Hari Ini
Ilustrasi penumpang kereta api. (Foto: Antara / Aditya Pradana Putra)
Hotman Siregar / JAS Kamis, 23 April 2020 | 18:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah penumpang kereta api (KA) tujuan luar kota dari dua lokasi yakni Stasiun Gambir dan Senen terus menurun. Walaupun pada hari ini, Kamis (23/4/2020) merupakan hari terakhir sebelum memasuki bulan puasa, penumpang di dua stasiun itu terlihat sepi.

Jelang penutupan perjalanan KA penumpang yang berlaku hingga 29 April mendatang, suasana di Stasiun Gambir dan Stasiun Senen terpantau biasa. Aktivitas perjalanan penumpang ke luar kota menggunakan KA terlihat sepi.

Ratusan calon penumpang KA tampak antre di loket untuk melakukan pembatalan tiket perjalanan ke luar kota Jakarta. Sementara penumpang yang diberangkatkan hari ini di Stasiun Gambir hanya 420 orang dengan tiga rangkaian kereta yakni tujuan Bandung, Surabaya, dan Cirebon.

“Volume penumpang cuma sedikit, cuma 420 orang hari ini. Satu rangkaian paling hanya berisi 50 persen, bahkan 32 persen, 30 persen. Kalau ada bayak orang di loket bukan untuk keberangkatan tetapi melakukan pembatalan tiket,” tutur Kepala Humas PT KAI Daops I Eva Chairunisa, Kamis sore.

“Kita kan mengacunya volume penumpang. Volume penumpang itu kan tiket yang sudah dibeli, yang akan berangkat. Itupun hari ini cuma 420 dari tiga perjalanan dan bukan satu perjalanan ya,” tambah Eva..

Eva menyebut hanya 420 tiket tercacat berangkat hari ini. Jumlah penumpang itu sudah terjadi sekitar 2 minggu atau awal April lalu.

“Kalau hari ini hanya memberangkatkan 4 kereta yakni 1 dari Senen dan 3 dari Gambir. Buat besok enggak ada. Paling besok ada ramai di stasiun hanya pelayanan masyarakat karena loket pembatalan perjalanan masih buka,” tambahnya.

Sementara ini, kata Eva, penutupan operasi KA penumpang masih sampai 30 April. Bila misalnya ada perkembangan akan diperpanjang atau tidak kita akan informasikan lagi.

“Nanti perkembangannya akan kita infokan lagi apakah akan diperpanjang atau bagaimana. Ini juga berlaku juga dari daerah ataupun,” ucapnya.

Eva menjelaskan, pemberhentian operasi KA penumpang hingga 30 April 2020 karena melihat sepekan terakhir penurunan penumpang KA sudah cukup drastis atau hampir 90 persen lebih. Contohnya ketika sudah bisa melihat perjalanan jarak jauh lima hari ke depan bahkan tanggal perjalanan yang satu kereta itu tidak ada penumpang sama sekali.

“Misalnya Argo Parahyangan tanggal 29 tidak ada yang beli tiketnya. Penumpang hanya 3, 4, 12. Kalau melihat data itu positifnya memang sudah ada kesadaran masyarakat untuk tidak mudik. Kita juga melihat biaya operasi kalau penumpang sedikit ya susah juga,” katanya.

Sementara operasional KRL Jabodetabek, dikatakan Eva, masih tetap sama sesuai dengan kebijakan yang berlaku sekarang. Pengelola kereta juga tetap menjalankan physical distancing. Antrean di loket juga tetap jaga jarak. Hari ini kereta yang beroperasi, secara okupansi juga sudah dibatasi hanya 50 persen atau 1 kursi untuk satu orang.

“Sejauh ini tidak ada calon penumpang yang marah-marah karena pembatalan perjalanan ini. Mereka memang mengerti kalau kita lihat. Yang komplain hampir tidak ada. Kita ada laporan harian baik dari loket maupun customer service tidak komplain satupun mengenai pembatalan perjalanan ini,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com