9 WNA asal India di DIY Reaktif Corona

9 WNA asal India di DIY Reaktif Corona
Peralatan rapid test ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Fuska Sani Evani / LES Kamis, 23 April 2020 | 16:22 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com – Sebanyak Sembilan orang warga negara asing (WNA) asal India di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (DIY), diketahui, reaktif terhadap rapid test Covid-19. Oleh tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, mereka dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Darat Hardjolukito Yogyakarta, untuk ditangai secara intensif.

Sembilan WNA asal India tersebut, bersama enam orang lainnya, telah menjalani rapid test dan hasilnya menunjukkan bahwa WNA yang berada di Kabupaten Sleman selama satu bulan ini positif corona.

Ke-15 WNA itu sudah lama beraktivitas di Masjid Al-Ittihad, Condongcatur, Depok, Sleman, dengan kondisi berakhirnya masa kunjungan pada pertengahan Maret lalu.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana membenarkan, mereka dalam aktivitas kegaaman jamaah tabligh yang terpusat di Masjid Al-Ittihad, namun belum ada informasi yang menyebutkan WNA tersebut berkaitan dengan klaster Gowa, Sulawesi Selatan.

"Dengan hasil itu kemudian 9 orang dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito. Sementara yang 6 (negatif) masih transit kembali ke masjid semula sambil kami menunggu tempat yang akan digunakan mereka tinggal sementara di Yogyakarta," katanya, Kamis (23/4/2020).

Rapid test juga dilakukan kepada masyarakat sekitar yang melakukan kontak langsung dengan WNA India, dan hasilnya, 6 warga juga menunjukkan reaktif terhadap Covid-19, salah satunya takmir Masjid setempat.

Birawa menuturkan, info dari BPBD Sleman, 6 warga di sekitar lingkungan masjid memiliki hasil rapid test positif dan selanjutnya diisolasi di RSUD Sleman. Menurut dia, paspor seluruh WNI asal India itu sebenarnya sudah habis. Namun, mereka saat ini tidak dapat kembali ke negara asalnya lantaran terjebak pemberlakuan lockdown di India.

"Ada lockdown di negara asalnya di India sehingga tidak bisa pulang. Akhirnya sesuai dengan ketentuan dikeluarkan perpanjangan sambil menunggu situasi kondusif untuk pulang," kata Biwara.

Terpisah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengatakan berdasarkan hasil tracing yang dilakukan, terakhir WNA India masuk dalam klaster Dowangan, Banyuraden, Gamping. Namun ternyata WNA India tersebut tinggal berpindah-pindah dari masjid satu ke masjid lainnya.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan, sebelumnya di Dowangan terdapat pasien positif Covid-19, yakni R (60), yang meninggal dunia pada 6 April lalu. R merupakan seorang tokoh agama. Sebelum dinyatakan positif Covid-19, R dikabarkan pulang dari Jakarta pada 23 Maret dan dirawat di RSUP Sardjito pada 30 Maret.

Dinkes masih akan melakukan tracing lebih dalam mengenai sembilan WNA India ini. Salah satu kesulitannya adalah seringnya WNA India yang merupakan bagian dari gerakan Jemaah Tabligh ini berpindah lokasi dari satu masjid ke masjid lainnya.
Selain itu, WNA asal India juga sempat tinggal di Kaliurang Sleman, kemudian ke Caturtunggal.

 



Sumber: BeritaSatu.com