YIA Masih Layani 40 Penerbangan Sebelum Tutup

YIA Masih Layani 40 Penerbangan Sebelum Tutup
Suasana Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport, Jumat, 24 April 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Fuska Sani Evani)
Fuska Sani Evani / JAS Jumat, 24 April 2020 | 20:42 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulonprogo, masih memberangkatkan 20 pesawat dan menerima 20 kedatangan pada Jumat (24/4/2020).

Menurut General Manager Bandara Adisutjipto dan PTS General Manager YIA Agus Pandu Purnama, hari ini, Jumat memang masih ada pergerakan pesawat di YIA. Namun mulai Sabtu (25/04/2020) besok, benar-benar tidak akan ada penerbangan, untuk mendukung aturan pemerintah mengenai larangan mudik dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Penerbangan komersial untuk penumpang umum melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Adisutjipto (JOG) dihentikan mulai Jumat (24/04) pukul 20.00 WIB sampai 1 Juni 2020,” terang Pandu.

Keputusan tersebut diambil oleh PT Angkasa Pura I (Persero), selaku operator Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Adisutjipto (JOG) berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H.

Sementara itu, layanan logistik melalui Terminal Kargo dan EMPU masih beroperasi seperti biasa. “Kami sampaikan bahwa, mulai hari Jumat, 24 April 2020, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Adisutjipto (JOG) hanya melayani angkutan kargo dan penerbangan khusus sesuai Permenhub RI Nomor 25 Tahun 2020,” terang Pandu Purnama.

Penerbangan khusus yang dimaksud adalah penerbangan berpenumpang yang dikecualikan, yaitu penerbangan yang membawa atau pimpinan lembaga tinggi negara dan tamu/wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional. Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriation flight) pemulangan WNI maupun WNA. Operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat.

“Operasional angkutan Kargo (kargo penting dan esensial). Pesawat konfigurasi penumpang dapat digunakan untuk mengangkut kargo di dalam kabin penumpang (passenger/cabin compartment) khusus untuk pengangkutan kebutuhan medis, kesehatan, dan sanitasi serta pangan,” ujarnya.

Saat ini, YIA dan Adisutjipto telah mempersiapkan customer service maskapai di area check in keberangkatan bagi masyarakat yang ingin melakukan proses refund, reroute, atau reschedule di bandara.

Angkasa Pura I juga telah menyiapkan pengaturan parking stand bagi pesawat yang akan parkir long stay pada periode ini sehingga tidak mengganggu operasional pesawat kargo atau pesawat yang membawa logistik yang masih beroperasi.

“Sejak Kamis (23/04) malam, di YIA sudah ada 6 pesawat yang RON (remain overnight/ menginap di bandara). Selain itu, masih ada 4 parking stand narrow body untuk penerbangan kargo dan 12 parking stand narrow body untuk stand by apabila akan ada pesawat lain yang RON long stay.

Sedangkan Bandara Adisutjipto juga menyiapkan 7 parking stand untuk stand by pesawat sejenis ATR yang RON dalam waktu lama.

“Khusus untuk YIA, kami juga mempersiapkan bandara untuk kebutuhan in-flight emergency, technical stop, humanitarian, medical evacuation, misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan keberlangsungan rantai pasok global sesuai tindak lanjut dari Surat Secretary General of ICAO Headquarter dan Surat Regional Director of ICAO Asia Pacific Office,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com