Redam Covid-19, Warga Majalengka Optimalkan Industri Rumahan

Redam Covid-19, Warga Majalengka Optimalkan Industri Rumahan
Warga di Kecamatan Sumber Jaya, Majalengka, Jawa Barat, bersiap melakukan penyemprotan disinfektan, untuk mencegah merebaknya Covid-19. (Foto: istimewa)
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 24 April 2020 | 20:35 WIB

Majalengka, Beritasatu.com - Untuk membantu meredam Covid-19, Warga di Kecamatan Sumber Jaya, Majalengka, Jawa Barat, mengomptimalkan industri rumahan.

Bersinergi dengan program 10 Rumah Aman, sedikitnya 6.000 masker produk industri rumahan warga di Sumber Jaya, dibagikan kepada warga di Desa Penjalin Lor dan Rancaputat.

Melalui kebijakan pemerintah desa, mereka memproduksi masker yang dibagikan pada seluruh warga. Kepala Desa Rancaputat, Eli Herawati mengatakan, warga mendapat jaminan kesehatan dan ekonomi sekaligus.

“Pandemi Covid-19 dan efeknya sudah ditangani menyeluruh melalui program 10 Rumah Aman. Untuk memutus sebaran Covid-19, beragam protokol kesehatan diterapkan di Rancaputat. Kami juga menjaga keseimbangan ekonomi di sini dengan menguatkan posisi home industry. Kami membeli masker yang mereka produksi, lalu membagikannya kepada warga,” kata Eli, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2020).

Menerapkan program 10 Rumah Aman, sedikitnya 2.000 masker sudah didistribusikan kepada warga Desa Rancaputat. Masker jadi salah satu piranti penting guna mencegah Covid-19. Dari hasil penelitian, masker kain punya efektivitas menangkal infeksi Covid-19 hingga 70%. Daya tahannya 4 jam. Agar semakin efektif, warga tetap harus menjaga jarak dalam keramaian minimal 1 atau 2 meter.

Selain masker yang menggerakkan perekonomian, dengan bantuan aktivis Dasa Wisma, mereka aktif melakukan pencatatan suhu tubuh secara rutin. Ada juga aktivitas penyemprotan disinfektan. Sasarannya adalah rumah warga, posyandu, tempat ibadah, hingga beberapa titik di ruas jalan.

Serupa Rancaputat, treatment yang sama menghadapi pandemi Covid-19 secara umum dilakukan warga Desa Panjalin Lor. Menggerakkan perekonomian desa, mereka juga ikut membeli produk masker milik beberapa industri rumahan. Jumlah masker yang dibelinya mencapai 4.000 buah dan sudah didistribusikan kepada 63,5% warga. Total warga desa di sini berjumlah 6.300 jiwa.

“Kami juga mengoptimalkan fungsi dan peran dari industri rumahan dalam penanganan pandemi Covid-19. Dalam situasi ekonomi yang berat ini, masih ada income yang bisa didapatkan oleh warga. Nantinya kekurangan masker akan dipenuhi secepatnya. Dengan begitu, warga akan makin aman,” terang Kepala Desa Penjalin Lor Cahya Sunarya.

Guna menjamin kesehatan warganya secara menyeluruh, mereka juga menjalankan protokol kesehatan. Ada aktivitas pengukuran suhu tuhun dan penyemprotan disinfektan. Untuk penyemprotan disinfektan dilakukan di rumah warga, tempat ibadah, posyandu, dan beberapa spot fasilitas umum. Lebih lanjut, aktivitas 10 Rumah Aman akan dilakukan menyeluruh pada rukun tetangga (RT) di sana.

“Partisipasi aktif warga dalam upaya penanganan Covid-19 secara menyeluruh itu sangat dibutuhkan. Fungsi home industry di sana tentunya harus didorong lagi. Optimalisasi juga harus dilakukan pada lini home industry lainnya. Selain masker, kuliner juga bisa diupayakan. Untuk marketingnya secara online melalui media sosial hingga WhatsApp Group. Namun, transaksinya tetap ikuti prosedur pengamanan yang berlaku,” tutup Kepala Staf Presiden Moeldoko.
Progrram 10 Rumah Aman diinisiasi Kantor Staf Presiden.



Sumber: BeritaSatu.com