FSGI Minta Kemdikbud Siapkan Kurikulum Darurat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

FSGI Minta Kemdikbud Siapkan Kurikulum Darurat

Minggu, 26 April 2020 | 19:10 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI) mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menyiapkan kurikulum darurat untuk bencana. Hal ini, berkaca dari kenyataan ketidaksiapan guru dalam menjalankan pendidikan jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca: Guru Dituntut Kreatif untuk Atasi Kejenuhan Belajar

Wakil sekretaris jendral (Wasekjen) FGSI, Satriawan Salim menyebutkan, para guru hanya berfokus pada ketuntasan materi atau kurikulum sehingga siswa dituntut untuk menjalankan pendidikan normal disituasi yang tidak normal.

"Dalam konteks PJJ dengan Kurikulum 2013 ini, pada keadaan darurat, guru tetap berorentasi menyelesaikan capaian materi alias kurikulum capaian untuk standar isi. Para guru-guru ini mengejar bab, padahal waktunya sedikit dan sarananya sangat terbatas, tatap muka dengan visualnya terbatas, sehingga siswa mendapat tugas yang menumpuk,” kata Satriwan dalam acara diskusi secara daring di Jakarta, Minggu (26/4/2020).

Satriawan menuturkan, kenyataan lapangan ini berdasarkan laporan dan keluhan dari berbagai pihak yang diterima FSGI. Misalnya, dari orang tua murid di Blitar, Jawa Timur (Jatim) karena anaknya yang masih duduk di bangku SMP dipaksa untuk mengerjakan tugas daring makalah sebanyak 40 halaman satu mata pelajaran. Selain itu, ada laporan dari DKI Jakarta, siswa setiap hari menjalankan tatap muka untuk tiga mata pelajaran dan semuanya memberikan tugas.

Baca: Tunjangan Guru Tetap Dipotong untuk Covid-19

Berkaca dari fakta lapangan, Satriawan mengatakan, FSGI berharap Kemdikbud harus mempersiapkan kurikulum darurat sehingga guru mampu beradaptasi dengan kondisi darurat seperti saat ini. "Jadi, kurikulum darurat jangka pendek untuk Covid-19 juga untuk jangka panjang jika suatu hari terjadi bencana,” ujarnya.

Menurut Satriawan, adanya kurikulum darurat berfungsi untuk mengantisipasi untuk semua situasi darurat yang akan datang. Satriawan menjelaskan, dalam kurikulum normal, ada delapan standar yang harus dipenuhi. Maka, dalam kurikulum darurat, Kemdikbud sebaiknya fokus pada empat hal. Pertama, standar isi, berarti terkait dengan materi pembelajaran yang harus dirancang beda dengan situasi normal.

"Apakah materi pembelajaran harus sama di tengah krisis seperti ini, saya pikir tidak harus sama. Harus berbeda. Wong ini darurat masa materi sama bab-nya masih sama, capaian harus sama sedangkan perangkat-perangkat berbeda. Masa kita berikan perlakukan sama di keadaan yang berbeda. Enggak adil namanya," ujarnya.

Kedua, standar proses. Apabila sehari-hari mengajar dengan cara tatap muka sehingga bisa mengetahui karakter anak, maka harus disesuaikan dengan keadaan, media pembelajaran dipersiapkan harus dapat dijangkau semua anak. Ketiga, standar penilaian, Kemdikbud harus menyiapkan formulasi untuk standar penilain yang dalam Kurikulum 2013(K-13) ada tiga nilai pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

"Kalau nilai pengetahuan gampang ada tes ada kuis. Kalau nilai sikap bagaimana kita menilai sikap. Apakah bisa kita mengukur karakter anak dari pembelajaran virtual? Tentu enggak bisa tetapi keadaan memaksa, berarti harus ada formulasi, karena guru enggak bisa menilai skiap sikap siswa kalau tidak ketemu langsung," ujarnya.

Keempat, standar kelulusan harus beradaptasi dengan kondisi yang serba terbatas. "Tidak mungkin kita memberikan perlakuan yang normal di keadaan tidak normal. Ini kami harapkan semoga segera ada kurikulum darurat yang didesain oleh Kemdikbud dan Kementerian Agama," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Acuan Melaut dan Tangkap Ikan, Nelayan Diminta Manfaatkan Aplikasi InfoBMKG

BMKG mendorong nelayan Indonesia memanfaatkan aplikasi InfoBMKG sebagai acuan dalam melaut dan menangkap ikan.

NASIONAL | 28 September 2021

KPK Minta MA Tolak PK Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda

Komisi Pemberantasan Korupsi meminta majelis hakim Mahkamah Agung menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda, Emir Moeis.

NASIONAL | 28 September 2021

Ekonomi Sirkular Jadi Strategi Pembangunan Rendah Karbon

Ekonomi sirkular yakni model ekonomi yang bertujuan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan nilai barang & sumber daya selama mungkin.

NASIONAL | 28 September 2021

Wapres: Hak untuk Tahu Adalah Hak Asasi

Wapres Maruf Amin menyatakan hak untuk tahu adalah hak asasi manusia yang dilindungi konstitusi.

NASIONAL | 28 September 2021

Hamish Daud Jadi "Pemulung Modern"

Menurut Co-Founder Octopus, Hamish Daud, aplikasi ini dibentuk untuk membantu mengatasi masalah sampah kemasan bekas pakai untuk didaur ulang.

NASIONAL | 28 September 2021

Wapres Tekankan Pentingnya Ketepatan Informasi di Masa Pandemi

Melalui pelaksanaan keterbukaan informasi publik, pemerintahan desa diharapkan Wapres dapat berjalan secara demokratis, transparan, adil, efektif, dan efisien.

NASIONAL | 28 September 2021

Kepada BEM SI, La Nyalla Urai Konsep Ekonomi Pendiri Bangsa

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, ekonomi Indonesia layaknya kapal yang memiliki tiga palka yakni koperasi, BUMN, dan swasta.

NASIONAL | 28 September 2021

Kemensos Integrasikan Data PBI Jaminan Kesehatan dengan DTKS

Kemensos memberikan perhatian khusus pada akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang menjadi basis data program bantuan sosial pemerintah.

NASIONAL | 28 September 2021

Ketua DPD RI: Oligarki Penyebab Ketidakadilan Sosial

Dijelaskan La Nyalla, oligarki dibangun atas dasar kekuatan modal kapital yang tidak terbatas, sehingga mampu menguasai dan mendominasi simpul-simpul kekuasaan.

NASIONAL | 28 September 2021

Bersama Almamater, Alumni IPB Dorong Keberhasilan Pertanian, Peternakan dan Perikanan di NTT

Potensi alumni IPB dari berbagai profesi sangat bisa dioptimalkan untuk kesuksesan program pemerintah dari tingkat nasional hingga daerah seperti NTT.

NASIONAL | 28 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# Pengganti Mangkunegara IX


# SBY



TERKINI
Jalur Puncak 2 Bisa Kurangi 50% Kemacetan di Cisarua

Jalur Puncak 2 Bisa Kurangi 50% Kemacetan di Cisarua

MEGAPOLITAN | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings