Direksi Pelni: Kerugian Akibat Pandemi Covid-19 Bisa Sampai Rp 862 Miliar

Direksi Pelni: Kerugian Akibat Pandemi Covid-19 Bisa Sampai Rp 862 Miliar
Kapal Pelni. (Foto: Kemhub)
Markus Junianto Sihaloho / JAS Rabu, 29 April 2020 | 13:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Purwarisya L Tobing memperkirakan perusahaan itu akan merugi hingga Rp 862 miliar akibat penurunan pendapatan sebagai dampak pandemi Covid-19.

Dalam rapat virtual dengan Komisi VI DPR, Rabu (29/4/2020), saat ini hanya enam kapal angkutan penumpang besar yang beroperasi. Sementara 20 kapal lainnya menunggu di pelabuhan (port stay). Dengan port stay, Pelni bisa menghemat biaya dari Rp 200 juta per hari jalan, menjadi Rp 50 juta untuk kebutuhan BBM dan air.

Untuk kapal perintis, dari 45 kapal, hanya beroperasi 10 unit karena banyak daerah yang menutup akibat kebijakan yang diambil terkait pandemi Covid-19.

"Berjalan hanya di wilayah Sumatera membantu masyarakat walau penumpang menurun," kata Tobing.

Dari data yang ada, Pelni mencatat jumlah penumpang di triwulan pertama tahun ini cukup baik, namun turun jauh di April. Di bulan ini, jumlah penumpang baru 15 persen dari target.

"Pendapatan turun sangat banyak, kami catat sekitar Rp 413 Miliar atau hanya 31 persen dari periode yang sama tahun 2019," kata dia.

Dari kalkulasi yang dilakukan PT Pelni, realisasi jumlah penumpang yang akan diperoleh sampai akhir tahun adalah 1,7 juta dari target 4,8 juta.

"Prognosis realisasi pendapatan dengan biaya 2020, jumlah penumpang tak naik signifikan; kedua, PSO dan subsidi pemerintah hanya 50 persen, maka di akhir tahun kami prediksi kerugian Pelni sekitar Rp 862 Miliar," kata Tobing.

"Kami harapkan bantuan bapak ibu Komisi VI, sehingga angka PSO dan subsidi tak turun dari yang direncanakan di awal," tambahnya.

Untuk menyiasati kondisi, PT Pelni memamastikan armadanya selalu stand by bila ditugaskan pemerintah plus melaksanakan perbaikan mandiri armada perintis.

Pelni juga melaksanakan optimalisasi muatan logistik sebagai alternatif ketika muatan penumpang menurun. Pelni juga melaksanakan prioritasi capital expenditure dan optimalisasi cash flow.



Sumber: BeritaSatu.com