Ini Upaya PT KAI Bertahan di Tengah Penurunan Pendapatan Akibat Pandemi Covid-19

Ini Upaya PT KAI Bertahan di Tengah Penurunan Pendapatan Akibat Pandemi Covid-19
Calon penumpang kereta api melakukan pembatalan perjalanan tiket kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 23 April 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Markus Junianto Sihaloho / JAS Rabu, 29 April 2020 | 15:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berusaha bertahan di tengah hantaman berupa minimnya pemasukan akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik Lebaran 2020 demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Dalam rapat virtual dengan Komisi VI, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menjelaskan pihaknya melaksanakan berbagai langkah untuk menghadapi penurunan pendapatan itu. Sebagai gambaran penurunan pendapatan, untuk KRL Jabodetabek, terjadi penurunan hingga 76 persen penumpang harian.

Langkah pertama, melakukan efisiensi biaya yang bisa dilaksanakan hingga 40 persen, dibarengi dengan cash monitoring yang tertata.

"Kami juga memastikan ketersediaan fasilitas pinjaman jangka pendek," kata Edi Sukmoro dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima.

Masih terkait pinjaman, PT KAI berusaha melakukan relaksasi pembayaran pinjaman yang jatuh tempo pada tahun ini, alias penundaan pembayaran utang.

PT KAI juga berusaha melakukan renegosiasi kepada mitra atas kewajiban perawatan sarana. "Kita misalnya memindahkan waktu perawatan sarana karena toh kereta tidak digunakan," imbuhnya.

PT KAI juga mengurangi beban investasi dengan hanya melakukan investasi yang benar-benar prioritas. Di sisi lain, PT KAI juga mengajukan permohonan insentif fiskal serta dukungan pemerintah.

"Barangkali nanti kami memohon dukungan komisi VI manakala memungkinkan KAI dibantu," kata dia.

Saat ini, karena penumpang sangat sedikit, beberapa kereta jarak jauh akhirnya harus dibatalkan. Di Jabodetabek, akibat PSBB, perjalanan juga dibatasi akibat minimnya penumpang.

"Kami juga membatalkan 100 persen tiket yang sudah dipesan untuk kereta jarak jauh, termasuk saat Lebaran nanti, 100 persen tiket penumpang Lebaran dikembalikan," katanya.

Peluang yang berusaha dimasuki PT KAI saat ini adalah memaksimalkan agar kereta barang semakin banyak beroperasi. Saat ini, PT KAI sudah mengangkut alat kesehatan dan kebutuhan bahan pokok dari Jawa Timur ke Jakarta atau sebaliknya.

Walau demikian, PT KAI sama sekali tak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pegawainya yang jumlahnya hingga 47.000.

"Jadi kami tidak ada PHK. Kami juga lakukan work from home. Gaji tetap dibayarkan dan THR 2020 tetap ada terkecuali untuk direksi dan komisaris," ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com