PDIP dan Golkar Heran KSSK Tidak Seirama Soal Dana Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PDIP dan Golkar Heran KSSK Tidak Seirama Soal Dana Covid-19

Kamis, 30 April 2020 | 18:07 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Legislator PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar di Komisi XI DPR meminta agar Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), segera merumuskan secara jelas berapa biaya ekonomi yang harus dikeluarkan negara demi memulihkan perekonomian nasional.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja virtual Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI), Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Bappenas Soeharso Monoarfa, dan sejumlah pejabat lainnya, Kamis (30/4/2020).

Awalnya, Anggota Komisi XI DPR dari Golkar M Misbakhun yang bicara soal sangat terbatasnya ruang fiskal yang ada untuk mengatasi dampak penurunan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Dampak penurunan ekonomi global dan nasional jelas mengancam perekonomian nasional. Sebenarnya Perppu 1 tahun 2020 sudah jelas menyebutkan soal biaya krisis.

Namun, oleh BI, malah dinyatakan bahwa penyelesaian krisis ekonomi masih dengan protokol pasar. Akibatnya, pemerintah pun harus mencari dana dengan harus membayar bunga utang tinggi.

"Kalau biaya krisis, kenapa masih pikir market rate terhadap bantuan likuiditas? Bayangkan Bu Menteri jual SBN bunganya sampai 7,9 persen," kata Misbakhun.

Ia heran mengapa saat mendesain biaya krisis, masih ada yang ingin mengambil untung dalam situasi tak normal?

"Mbok ya BI keluarkan zero coupun bond. Inilah yang namanya sharing the pain. Dan ini sudah dimasukkan dalam biaya krisis tadi," tambah Misbakhun.

Pernyataan Misbakhun ini lalu disambung oleh Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Dolfie. Pria yang dikenal sebagai salah satu ahli ekonomi di partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu menilai terlihat belum ada kesepakatan di antara anggota KSSK soal biaya penyelamatan ekonomi nasional.

Disebutnya, BI memiliki persepsi bahwa biaya pemulihan ekonomi dapat ditanggung dengan biaya pasar biasa. Sementara Menteri Keuangan merencanakan hanya Rp 150 triliun untuk pemulihan ekokomi Indonesia yang secara size PDB sudah mencapai hampir Rp 17.000 triliun.

Sementara OJK menyebut potensi outstanding kredit adalah Rp 1.000 triliun. Jika berpatokan pada kredit di bawah Rp 10 miliar, tunggakan bunga dan pokok sudah mencapai Rp 300 triliun.

"Nah, nampaknya KKSK perlu duduk bersama untuk merumuskan biaya sebenarnya penyelamatan ekonomi nasional sesuai Perppu 1/2020. Bahwa berapa biaya yang dikeluarkan KKSK, termasuk biaya penyelamatan ekonomi nasional. Angka ini belum ada," kata Dolfie.

Jika angka itu sudah disepakati, menurut Dolfie, maka akan jelas berapa surat berharga negara (SBN) yang diserap melalui pasar, penjualan di luar negeri, atau optimalisasi BI seperti lewat Quantitative Easing.

"Kalau seperti sekarang BI membayangkan krisis ini hanya diselesaikan lewat mekanisme pasar, kan aneh ini. Karena seharusnya ada intervensi lebih karena ini bukan situasi normal," kata Dolfie.

"Jadi menurut saya, harus ada rumusan berapa sebenarnya biaya perkiraan ekonomi untuk selamatkan ekonomi. Sehingga peran BI, Kemkeu, dan OJK dalam menyediakan likuiditas pembiayaan itu jelas semuanya," pungkasnya.

Rapat itu ditunda hingga minggu depan dengan agenda jawaban dari Pemerintah terhadap berbagai pertanyaan, termasuk soal biaya pemulihan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

YAPL Donasikan APD dan Masker ke Satgas Covid-19 DKI

“Kami memiliki tanggung jawab yang sama dengan Pemerintah Provinsi DKI dan para tenaga medis dalam memaksimalkan penanganan serta percegahan wabah Covid-19."

NASIONAL | 30 April 2020

Ketua Bawaslu: Harus Ada Pasal "Sapu Jagat" di Perppu Pilkada

“Mudah-mudahan ada pasal sapu jagat. Karena ada banyak persoalan yang ingin dimasukkan dalam Perppu itu sesungguhnya."

NASIONAL | 30 April 2020

Milad ke-88, Pemuda Muhammadiyah Luncurkan Logo dan Tema Milad

Di tengah mewabahnya Covid-19, saat ini umat manusia di dunia, terutama di Indonesia harus bersatu padu, bahu-membahu memutus mata rantai penyebaran virus ini.

NASIONAL | 30 April 2020

Awasi Larangan Mudik, Polda Bengkulu Bentuk 20 Pos Diperbatasan

Polda Bengkulu, telah membentuk 20 pos untuk mengawasi keluar masuk kendaraan yang membawa penumpang mudik tujuan ke beberapa kota di Provinsi Bengkulu.

NASIONAL | 30 April 2020

Polri Tingkatkan Patroli di Wilayah Rawan Kriminal

Patroli juga dilakukan untuk mengetahui adanya masyarakat kurang mampu yang belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah.

NASIONAL | 30 April 2020

May Day, Buruh Diminta Tak Buat Kerumunan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta para buruh tidak membuat kerumunan massa saat memperingati hari buruh atau May Day, besok.

NASIONAL | 30 April 2020

Perangi Covid-19, Buleleng Gelar Tes Cepat Massal

Terdapat 20 sampel darah yang positif terinfeksi Covid-19 dan mereka sudah dikarantina.

NASIONAL | 30 April 2020

Polda Sumut Salurkan 5.000 Paket Sembako untuk 31 Elemen Buruh

Pemberian bantuan sebagai wujud kepedulian Polri terhadap buruh yang juga terdampak penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 30 April 2020

9 Bandara PT Angkasa Pura I Terima Extra Flight untuk Angkutan Kargo

PT Angkasa Pura I melayani permintaan "extra flight" atau penerbangan tambahan untuk angkutan kargo di sembilan bandara kelolaan.

NASIONAL | 30 April 2020

Program Pencegahan Stunting Harus Terus Didorong di Masa Pandemi Covid-19

Kebijakan merealokasi anggaran stunting bisa beresiko timbulnya lost generation (generasi hilang) dalam jangka panjang.

NASIONAL | 30 April 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS