Politisi Gerindra Dukung Program Kartu Prakerja

Politisi Gerindra Dukung Program Kartu Prakerja
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). (Foto: Antara / Aditya Pradana Putra)
Carlos KY Paath / RSAT Kamis, 30 April 2020 | 20:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Implementasi program Kartu Prakerja yang diluncurkan pemerintah telah berjalan dan mulai dirasakan sejumlah masyarakat di berbagai daerah. Pekan ini, pendaftaran program itu sudah memasuki tahap ketiga.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Putih Sari mengapresiasi sekaligus mendukung kebijakan Kartu Prakerja.

"Program Kartu Prakerja ini memang menjadi salah satu janji kampanye Presiden Joko Widodo. Tentunya sudah mulai diwujudkan dan kami juga mendukung kebijakan tersebut," kata Putih kepada wartawan, Kamis (30/4/2020).

Menurut Putih, sejak awal Kartu Prakerja memang cukup baik dan diterima masyarakat. Terutama dalam meningkatkan kompetensi bagi yang sudah mengikuti program tersebut, ke depan lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

"Hanya di tengah kondisi pandemi Covid-19, harus ada yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di masyarakat. Selain itu harus ada pula percepatan mekanisme pendaftaran dan penyaluran bantuannya kepada penerima manfaat Kartu Prakerja ini," ujar wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Barat 7 itu.

Putih juga menyatakan pandemi Covid-19 ini sudah berdampak sangat besar pada dunia usaha di Tanah Air. "Situasi pandemi kali ini jelas telah membuat dunia usaha terganggu. Akibatnya bisa dilihat, PHK (pemutusan hubungan kerja) jauh meningkat. Ini harus segera diatasi," tegas Putih.

Putih juga berharap para pekerja yang terkena PHK itu bisa segera mendapatkan bantuan dari pemerintah. "Saya di Komisi IX DPR, berharap agar mereka yang terkena PHK itu bisa didaftarkan dan mendapatkan bantuan. Karena bantuan sekecil apa pun saat ini sangat berguna bagi para korban PHK tersebut," imbuh Putih.

Di sisi lain, menurut Putih, cara pendaftaran dan penyaluran bantuan serta program pelatihan secara daring, sebenarnya hanya masalah teknis saja. "Saya kira itu teknis pelaksanaan yang bisa segera diperbaiki," kata Putih



Sumber: BeritaSatu.com