Pengamat: Larang Mudik Saat Pandemi sebagai Bentuk Kehadiran Negara
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengamat: Larang Mudik Saat Pandemi sebagai Bentuk Kehadiran Negara

Jumat, 1 Mei 2020 | 15:43 WIB
Oleh : Robertus Wardy / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Sosiolog dari Universitas Nasional, Erna Ermawati Chotim mengemukakan larangan mudik bagi masyarakat di tengah pandemi virus corona (Covid 19) adalah bentuk kehadiran negara. Larangan itu sangat tepat karena situasi sekarang berada dalam status darurat. Pemerintah telah menetapkan penyebaran Covid 19 sebagai bencana nasional dan telah dinyatakan sebagai pandemi oleh badan kesehatan internasional yaitu WHO.

"Saya pikir dalam konteks pandemi, kita berkepentingan bisa segera selesai dan melewati pandemi ini dengan baik. Maka keputusan pemerintah melarang mudik sudah tepat sebagai bentuk kehadiran negara,” kata Erna di Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Erna menjelaskan yang masih perlu dilakukan pemerintah terkait hal itu adalah komunikasi yang baik dan terbuka. Peningkatan komunikasi itu juga menjadi kunci keberhasilan dalam kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah saat ini.

Menurutnya, masyarakat diberikan informasi dan data yang benar dan akurat terkait pandemi Covid-19 agar memahami mengapa mudik dilarang dan mengapa PSBB dilakukan. Informasi yang valid sangat dibutuhkan karena berita bohong atau hoaks juga marak beredar dalam situasi darurat sekarang.

"Ketika pemerintah mengambil sebuah kebijakan atau ketetapan, dibutuhkan fakta-fakta atau informasi-informasi kenapa kebijakan ini diambil. Harus dilakukan dialog persuatif yang membangun bahwa larangan mudik diambil untuk menjaga keselamatan bersama. Baik aparat penegak hukum maupun pemangku kepentingan harus bahu membahu menciptakan komunikasi publik yang efektif,” jelas Erna.

Dia menegaskan peranan komunikasi massa yang intens dan efektif sangat diperlukan. Informasi mengenai alasan kebijakan itu diambil harus disertai argumen rasional. Dengan demikian, masyarakat dapat menerima kebijakan itu secara rasional.

“Mudik tidak hanya soal aktivitas mobilitas seseorang dari satu daerah ke daerah lain. Tetapi mudik juga mengandung nilai-nilai silaturahmi, hormat kepada orang tua, dan sebagainya,” tutup Erna.

Di tempat terpisah, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M Iqbal mengatakan keputusan melarang seluruh masyarakat untuk mudik pada Lebaran 2020 dilakukan demi memutus rantai penularan wabah Covid-19. Pihaknya menyayangkan larangan mudik disalahtafsirkan oleh sebagian masyarakat yang menganggap sebagai larangan bersilaturahmi.

"Dalam kondisi sekarang ini bukan kebahagiaan rakyat yang sedang dibatasi, melainkan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang negara dalam melindungi rakyatnya dari ancaman penyebarluasan Covid-19" kata Iqbal.

Menurut Iqbal, tradisi mudik tahun ini bisa disiasati dengan pemanfaatan alat teknologi komunikasi dan informasi. Teknologi komunikasi saat ini bisa mendekatkan jarak untuk bertemu dengan sanak keluarga. Bahkan sekarang pun teknologi sudah banyak membantu masyarakat dalam hal silaturahmi dan komunikasi.

"Teknologi komunikasi semakin canggih, kita bisa berjumpa dengan sanak keluarga melalui teknologi sebagaimana kegiatan webinar ini. Bukan hanya itu, kami juga lakukan produksi musik, foto, video, untuk menghibur masyarakat, sehingga kesimpulannya teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk silaturahmi dengan keluarga," jelas Iqbal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pengesahan Perjanjian MLA RI-Rusia Dukung Kerja Sama Hukum Bilateral

Pemerintah dan DPR telah selesai membahas RUU tentang Pengesahan Perjanjian antara Indonesia dan Rusia tentang Bantuan Hukum Timbal Balik Dalam Masalah Pidana

NASIONAL | 21 September 2021

Begini Ceritanya Napoleon Bisa Masuk dalam Sel dan Diduga Aniaya Muhammad Kece

Penjaga rutan berpangkat bintara, diduga tidak bisa menolak permintaan Napoleon yang merupakan pejabat tinggi dan masih berstatus anggota.

NASIONAL | 21 September 2021

Rektor Uhamka: Mahasiswa Harus Punya Integritas dan Peduli Sesama

Semua mahasiswa Uhamka, lanjut Gunawan, juga harus mampu menghadapi realitas global dan memiliki bekal yang cukup menghadapi masa depan.

NASIONAL | 21 September 2021

Atasi Lapas Overcrowded , PP 99/2012 Diusulkan untuk Dicabut

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 diusulkan untuk dicabut.

NASIONAL | 21 September 2021

Amnesti atau Grasi Massal, Solusi Jangka Pendek Atasi Lapas Overcrowded

Amnesti atau grasi massal merupakan solusi jangka pendek untuk mengatasi lapas overcrowded.

NASIONAL | 21 September 2021


Eddy Hiariej: Lapas Overcrowded Bukan Kesalahan Kemkumham

Eddy Hiariej menegaskan permasalahan lapas overcrowded bukan kesalahan Kemkumham.

NASIONAL | 21 September 2021

Satgas Madago Raya Rilis 4 DPO Terduga Teroris Poso, Ini Tampang Mereka

Saat ini DPO teroris Poso tersisa empat orang, masing-masing atas nama Askar alias Pak Guru, Mukhlas alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dan Suhardin

NASIONAL | 21 September 2021

7 Teroris Mujahidin Indonesia Timur Jaringan Poso Tewas Sepanjang 2021

Qatar yang dikenal sadis adalah eksekutor utama teroris Poso. Dia dipanggil Amir atau pimpinan dalam jaringan kelompok teroris Poso tersebut.

NASIONAL | 21 September 2021

Masa Depan Indonesia Ditentukan Keberhasilan Pembelajaran Tatap Muka

Ahmad Muzani menyatakan bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh keberhasilan pembelajaran tatap muka yang dimulai berlangsung pada hari-hari ini.

NASIONAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Nusantara Infrastructure Incar Proyek JORR Elevated Cikunir-Ulujami Rp 20 Triliun

Nusantara Infrastructure Incar Proyek JORR Elevated Cikunir-Ulujami Rp 20 Triliun

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings