Logo BeritaSatu

Legislator Asal Nasdem, PKS, dan PD Ingin Pemerintah Perbaiki Dulu Program Kartu Prakerja

Minggu, 3 Mei 2020 | 19:02 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah legislator lintas fraksi menyampaikan permintaan agar pemerintah benar-benar mempertimbangkan untuk menghentikan program Kartu Prakerja. Jika dukungan terhadap program itu datang dari legislator Golkar, permintaan evaluasi datang dari legislator Nasdem, PKS, dan Partai Demokrat (PD).

Hillary Brigitta Lasut, Anggota DPR Fraksi NasDem, menyatakan kartu prakerja secara nyata dilihat tidak tepat sasaran. Baginya, program itu seakan ditumpangi kepentingan di tengah wabah Covid-19, dan ini malah merusak citra Presiden Jokowi.

Dia mengaku mengerti bahwa ini adalah program yang merupakan janji politik Presiden Jokowi di masa kampanye. Tetapi, baginya rakyat tak suka karena negara membayar mahal untuk video pelatihan yang substansinya bisa didapatkan gratis lewat youtube.

"Saya memahami ini karena saya sudah mendirikan HBL institute, sebuah Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris bagi masyarakat disekitar kampung halaman saya supaya mereka bisa bersaing didunia global dan itu saya berikan gratis," kata Brigitta, Minggu (3/5/2020).

Karena itu, dia mendesak pemerintah meninjau kembali program ini dan merubah peruntukan anggarannya untuk hal lain yang lebih mendesak dan menyentuh langsung ke masyarakat.

"Yang utama, Presiden Jokowi tidak boleh menjadi korban atas program dan niat baiknya sendiri. Segera cabut program tersebut, karena program tersebut bisa diaplikasikan di kemudian hari pada saat situasi negara dalam kondisi lebih baik dan dengan metode yang jauh lebih efektif dan efisien," pungkasnya.

Legislator Partai Demokrat (PD), Didik Mukrianto, menyatakan pihaknya meminta evaluasi program Kartu Prakerja karena biaya triliunan yang dialokasikan negara, namun proses eksekusi tak transparan serta akuntabel. Bahkan ada beberapa pihak melihat potensi KKN dan perdagangan pengaruh.

"Saya berharap agar kartu pra kerja ini tak hanya membuai harapan sesaat. Setelah mereka (peserta, red) mengikuti segala prosesnya, pada akhirnya lapangan pekerjaan tidak teralokasi untuk menampung para peserta kartu prakerja," katanya.

Wakil Ketua Fraksi PKS, Sukamta, menyatakan sudah banyak bukti bahwa pelaksanaan program Kartu Prakerja tidak tepat sasaran. Jika yang diutamakan adalah para buruh yang di PHK, nyatanya banyak anggota masyarakat yang ingin sekedar mengetes program itu bisa lolos menjadi peserta.

Karenanya, PKS meminta agar Pemerintah memperbaiki dulu konsep Kartu Prakerja dan saat ini sebaiknya fokus mengatasi penyebaran COVID-19 serta mengatasi dampaknya secara sosial-ekonomi.
"Stop Program Kartu Prakerja, fokus untuk atasi Covid-19 secepatnya," kata Sukamta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Putin Prediksi Rusia Capai Rekor Panen 150 Juta Ton Gandum

Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia mengharapkan panen gandum rekor tertinggi pada 2022.

NEWS | 29 September 2022

Iriana Jokowi Dijadwalkan Menanam Pohon di Pulau Rinca

Iriana Jokowi melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/9/2022), dengan menanam pohon di Pulau Rinca.

NEWS | 29 September 2022

Malaysia Akan Cabut Aturan Wajib Masker di Penerbangan

Malaysia akan mencabut aturan wajib masker di dalam penerbangan yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

NEWS | 29 September 2022

Satgas Covid-19: Kebijakan Wajib Masker Masih Berlaku

Satgas Covid-19 menyatakan, pemerintah belum berencana mencabut kebijakan wajib masker seperti yang dilakukan negara lain.

NEWS | 29 September 2022

Tiongkok Tolak Keras Perbandingan Ukraina dengan Taiwan

Tiongkok bereaksi terhadap perbandingan antara Ukraina dengan Taiwan. Hal itu ditegaskan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin.

NEWS | 29 September 2022

Kebanjiran Pengungsi Rusia, Latvia Nyatakan Negara Darurat

Latvia mengumumkan keadaan darurat di dekat perbatasannya dengan Rusia pada Rabu (28/9/2022) setelah kebanjiran pengungsi Rusia.

NEWS | 29 September 2022

TNI AU Selidiki Penemuan Granat Asap dan Peluru di Bekasi

TNI AU masih mendalami penemuan granat asap dan peluru yang ditemukan di sebuah rumah, di Pondokgede, Kota Bekasi, Selasa, 27 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan

BMKG DKI Jakarta menerangkan, potensi hujan disertai petir terjadi di wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore hingga menjelang malam hari.

NEWS | 29 September 2022

Pabrik Keramik di Bekasi Diberi Waktu Perbaiki Pengolahan Limbah

Pabrik keramik PT Sarana Griya Lestari Keramik diberi batas waktu untuk memperbaiki manajemen pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 

NEWS | 29 September 2022

Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap Polri Serahkan Sambo Cs ke Jaksa

Ferdy Sambo dan 11 tersangka lain kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dan obstruction of justice segera diserahkan ke jaksa.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kepala WTO Undur Jadwal Pembahasan Topik Sulit ke Awal 2024

Kepala WTO Undur Jadwal Pembahasan Topik Sulit ke Awal 2024

NEWS | 16 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings