Mentan Sebut Kategori Petani Penerima Bantuan Rp 600.000

Mentan Sebut Kategori Petani Penerima Bantuan Rp 600.000
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi Markas Komando Distrik Militer 0508 Depok untuk melihat langsung program bantuan beras melalui ATM Pertanian Si Komandan, Minggu, 26 April 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Bhakti Hariani )
Lennny Tristia Tambun / MPA Selasa, 5 Mei 2020 | 15:36 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bantuan langsung sebesar Rp 600.000 akan diberikan pemerintah kepada petani miskin yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Ia menyebutkan tiga kategori petani miskin yang akan mendapatkan bantuan langsung tunai sebagai stimulus ekonomi.

"Pertama, terdiri dari petani serabutan. Kedua, petani yang berstatus petani buruh tani dan ketiga, petani penggarap. Mereka ini yang dalam Covid-19 ini terdampak langsung," kata Syahrul Yasin Limpo dalam konferensi pers seusai menghadiri ratas bersama Presiden Jokowi, Selasa (5/5/2020).

Petani yang masuk dalam tiga kategori ini berjumlah sekitar 2,7 juta orang. Saat ini data tersebut sedang dalam tahap validasi untuk keakuratan data sehingga bantuan dapat diberikan tepat sasaran.

"Data dari petani miskin yang dimaksud itu harus by name by address untuk 2,7 juta orang. Data ini sedang dalam validasi atau disusur secara berjenjang dari bawah mulai dari kelompok tani ke kostra (komando strategi) tani di kecamatan," terang Syahrul Yasin Limpo.

Setelah di validasi, maka data itu akan dilegalisasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten setempat untuk mewakili Bupati atau Gubernur. "Dan data ini telah kami ajukan kepada Pak Menko untuk bida dapatkan alokasi," ujar Syahrul Yasin Limpo.

Sementara, untuk proses penyaluran bantuan langsung tersebut, Syahrul Yasin Limpo menjelaskan dana tersebut akan dikirim langsung ke Kostra Tani di tingkat kecamatan. Tanpa melalui pemerintah pusat, provinsi atau kabupaten dan kota.

"Nantinya Kostra Tani di tingkat kecamatan yang menyalurkan dananya langsung ke petani secara by name by address. Jadi tentu saja di tingkat pusat sampai provinsi dan kabupaten/kota tidak melihat dananya," papar Syahrul Yasin Limpo.

Ia merincikan bantuan sebesar Rp 600.000 itu sendiri terbagi menjadi dua, yakni Rp 300.000 dalam bentuk tunai yang dikoordinasikan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Lalu sisanya Rp 300.000 diberikan dalam bentuk sarana produksi (saprodi) yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pertanian.

"Dalam bantuan saprodi ada pupuk, bibit dan obat-obatan. Tentu saja program ini adalah program yang mudah dilakukan, realistis untik bisa ditanam dan harus cepat bisa menghasilkan untuk membantu pasar," ungkap Syahrul Yasin Limpo.

Dengan adanya bantuan langsung kepada para petani miskin, ia mengharapkan kehidupan para petani bisa menjadi lebih baik. "Mudah-mudahan ini bisa masuk kepada orang-orang yang memang membutuhkan. Misalnya memang petani miskin yang selama ini hidup di luar kemudian kembali ke desanya ternyata terdampak dengan ini," tutur Syahrul Yasin Limpo.



Sumber: BeritaSatu.com