Jokowi: Sampai Ditemukan Vaksin, Harus Hidup Berdamai dengan Covid-19

Jokowi: Sampai Ditemukan Vaksin, Harus Hidup Berdamai dengan Covid-19
Joko Widodo. (Foto: Antara)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 7 Mei 2020 | 10:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus berupaya dan berharap puncak pandemi virus corona (Covid-19) segera melambat. Namun beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun, tidak berarti langsung landai atau nol, melainkan masih bisa fluktuatif.

"Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Kamis (7/5/2020).

Baca jugaCovid-19 Melambat, Layanan RSUD Kota Bogor Beroperasi Penuh

Menurut Presiden, Indonesia beruntung karena sejak awal, pemerintah memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bukan karantina wilayah (lockdown). Seperti diketahui, PSBB adalah pembatasan kegiatan di tempat umum atau di fasilitas umum dalam bentuk pembatasan jumlah orang dan pengaturan jarak antarorang. "Artinya, dengan PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas, tetapi memang dibatasi. Masyarakat juga harus sadar membatasi diri, tidak boleh berkumpul dalam skala besar," imbuhnya.

Jokowi mengaku di beberapa daerah para warga masih berkerumun meski di jalan sepi. "Di kampungnya masih banyak yang bergerombol ramai. Padahal interaksi fisik itu harus dikurangi, harus jaga jarak, harus bermasker, harus sering cuci tangan sehabis kegiatan," lanjutnya.

Upaya tersebut harus terus dilakukan untuk menghambat penyebaran Covid-19. Tetapi, Kepala Negara juga ingin agar roda perekonomian tetap berjalan. Untuk itu, masyarakat masih bisa beraktivitas secara terbatas, tetapi harus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

"Sekali lagi ingin saya tegaskan, yang utama adalah ikuti dengan disiplin protokol kesehatan. Silakan beraktivitas secara terbatas, tetapi sekali lagi ikuti protokol kesehatan. Semua ini membutuhkan kedisiplinan kita semuanya, kedisiplinan warga, serta peran aparat yang bekerja secara tepat dan terukur," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com