Pelonggaran Transportasi, Waspadai Penyebaran Covid-19 Gelombang Kedua

Pelonggaran Transportasi, Waspadai Penyebaran Covid-19 Gelombang Kedua
Ilustrasi pasien yang diduga terinfeksi virus "corona". (Foto: Antara)
Markus Junianto Sihaloho / YS Jumat, 8 Mei 2020 | 12:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyatakan, rencana diperbolehkannya perjalanan ataupun transportasi baik udara, laut, dan udara mengangkut orang, akan membuat pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah menjadi tidak maksimal.

Bagi pihaknya, kata Baidowi, Kementerian Perhubungan terlalu banyak beretorikan soal alasan membolehkan transportasi beroperasi. Seharusnya mereka jujur saja, bahwa niatannya adalah memperbolehkan orang melakukan perjalanan.

Nah, mengingat pengalaman yang terjadi di lapangan, tingkat kesadaran masyarakat rendah untuk aktif melapor terkait Covid-19, Baidowi menilai kebijakan itu tentu akan menyulitkan deteksi penyebaran virus.

"Maka, dengan adanya kelonggaran akses transportasi ini, harus diwaspadai gelombang II penyebaran virus Covid-19. Jika ini terjadi, maka pemerintah yang paling disalahkan, bukan masyarakatnya," kata Baidowi, Jumat (8/5/2020).

PPP menilai, dengan kembalinya mobilitas warga dari satu kota ke kota lain, akan membuat imbauan physical distancing maupun social distancing yang dilakukan selama ini menjadi tak terlalu bermakna.

"Dan kalaupun ada pemeriksaan kesehatan bagi penumpang sebelum berangkat, bukankah masa inkubasi Covid-19 itu selama 14 hari? Mengingat kejadian pertama kali masuknya virus tersebut ke Indonesia dari seorang WNA yang sama sekali tidak terdeteksi di bandara. Ini harus menjadi pembelajaran. Terlebih perjalanan darat yang kontrol pemeriksaannya sedikit longgar," bebernya.



Sumber: Suara Pembaruan