Bandara di Yogya Dirikan Posko Pemeriksaan

Bandara di Yogya Dirikan Posko Pemeriksaan
Bandara DI Yogyakarta. (Foto: Istimewa)
Fuska Sani Evani / EHD Jumat, 8 Mei 2020 | 19:58 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Menyikapi dibukanya kembali jalur penerbangan, PT Angkasa Pura I (Persero) menyiapkan posko penjagaan dan pemeriksaan terhadap orang yang akan melakukan perjalanan udara melalui 15 bandara yang dikelola, termasuk di Bandara Adisutjipto Yogyakarta (JOG) dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

General Manager Bandara Adisutjipto yang juga selaku PTS General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Agus Pandu Purnama Jumat (8/05/2020) mengatakan, Posko pengamanan dan pemeriksaan di JOG dan YIA tersebut dilengkapi dengan protokol kesehatan sesuai Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 dan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.  Posko penjagaan dan pemeriksaan ini akan mulai dioperasikan di JOG dan YIA mulai hari ini, Jumat (8/5/2020).

Dikatakan, Pandu, Posko didirikan sebagai upaya untuk mendukung kelancaran perjalanan penumpang pesawat udara pada masa larangan mudik terbatas pada beberapa kriteria tertentu sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam
Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

“Angkasa Pura I juga akan memberikan dan melaksanakan rekomendasi slot time apabila terdapat maskapai yang mengajukan perubahan jadwal penerbangan sesuai dengan jam operasional masing-masing bandara," kata Pandu.

Sementara itu, saat ini sudah dilakukan penyesuaian jam operasional bandara saat pandemi, yaitu pukul 07.00-16.00 WIB di Bandara Adisutjipto untuk periode 1-31 Mei 2020 dan pukul 06.00-17.00 WIB di Bandara Internasional Yogyakarta untuk periode 24 April - 1 Juni 2020.

Terpisah, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY justru mempertanyakan pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, yang memberikan izin semua moda transportasi beroperasi.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Organda DIY, Hantoro mengayakan, pelaksana dan pengelola moda transportasi umum, masih kebingungan mendengar semua sudah diberi ijin beroperasi namun dengan pembatasan.

Hantoro juga menyatakan, jika kebijakan Menhub itu dilaksanakan, lebih baik protocol kesehatan pencegahan Covid-19 diberlakukan lebih diperketat lagi, karena saat ditutup pun pelanggaran masih tinggi. Hantoro khawatir dengan kelonggaran ini justru tidak penyelesaian penyebaran Covid-19.

“Sebenarnya malah membikin gaduh dan membingungkan masyarakat. Jika memang diizinkan, kami harus persiapan jual tiket dan lain-lain, nanti begitu siap diganti kebijakan lagi. Itu kami khawatir juga,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com