Pemprov Jawa Timur Sepakati PSBB Malang Raya

Pemprov Jawa Timur Sepakati PSBB Malang Raya
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Teguh L Rahmadi / YUD Sabtu, 9 Mei 2020 | 16:11 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama tiga Pemerintah Daerah di Malang Raya, meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu, sepakat untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kesepakatan diambil dalam Rapat Pembahasan Persiapan PSBB untuk kawasan Malang Raya, yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (9/5/2020).

Baca juga: Update Covid-19: Tambahan Kasus Baru 533, Tertinggi Sepanjang Covid-19

Rapat yang dipimpin Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dihadiri Forkopimda Jatim, kepala daerah Malang Raya, masing-masing Bupati Malang, Sanusi, Wali Kota Malang Sutiaji, dan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko serta Forpimda tiga daerah Malang Raya.

Khofifah mengatakan, siap melanjutkan kesepakatan ini dengan mengajukan usulan penetapan PSBB di kawasan Malang Raya ke Kementerian Kesehatan di Jakarta, maksimal Mibggu pagi.

"Kami tadi sudah rapatkan, dan kami yaitu Forkopimda Jatim bersama Forpimda Malang Raya, sepakat untuk mengajukan penetapan PSBB kepada Menteri Kesehatan untuk menerapkan PSBB di Malang Raya, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19," tegas Khofifah.

Menurut Khofifah, ada sejumlah pertimbangan scientific yang menjadi landasan kebijakan dan kesepakatan PSBB Malang Raya ini diambil. Utamanya yaitu kajian epidemiologi perkembangan covid-19 di kawasan Malang Raya.

Baca juga: Hingga Sabtu, 4.958 Orang Positif Covid-19 di Jakarta

"Tadi rapatnya diawali dengan pemaparan dr Windhu Purnomo dari FKM Unair tentang kajian epidemiologi secara keseluruhan kawasan Malang Raya. Dan jika dilihat dari scoring system yang dibreakdown dari Permenkes tentang PSBB, maka Malang Raya ini skornya sudah sepuluh, maka sudah saatnya Malang Raya ini diterapkan PSBB," katanya.

Dalam kajian epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga Surabaya tersebut, disebutkan bahwa di Malang Raya sudah terjadi doubling time atau peningkatan kasus menjadi dua kali lipat yang sudah terjadi sebanyak 4 periode di Malang Raya.

Hal ini menjadi salah satu bobot pertimbangan yang mengkhawatirkan.

Baca juga: Jubir Wapres AS Mike Pence Terjangkit Covid-19

Kedua, angka kejadian kasus konfirmasi covid-19 di Malang Raya sudah mencapai 1,5 per 100.000 penduduk.

Ketiga pertambahan angka kasus konfirmasi covid-19 di Malang Raya juga diikuti dengan penambahan kasus kematian dari waktu ke waktu.

Dikatajan, Case Fatality Rate (CFR) atau persentase kematian kasus Covid-19 di Malang Raya sudah mencapai 7,4 persen. Padahal seharusnya CFR di angka 5 persen saja itu sudah mengkhawatirkan.

Tercatat di Kabupaten Malang ada 14 kecamatan dari total 33 kecamatan yang masuk zona merah terjangkit covid-19. Kemudian untuk Kota Malang sudah 4 dari 5 kecamatan yang masuk zona merah. Sedangkan untuk Kota Batu ada satu kecamatan dari tiga kecamatan yang statusnya zona merah.



Sumber: BeritaSatu.com