Kisah Pasien Covid-19, Bunyi Paru-Paru Seperti Keran Dibuka Setengah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kisah Pasien Covid-19, Bunyi Paru-Paru Seperti Keran Dibuka Setengah

Minggu, 10 Mei 2020 | 10:52 WIB
Oleh : HS

Timika, Beritasatu.com - Kabupaten Mimika menjadi daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Provinsi Papua. Hingga 10 Mei 2020 tercatat 97 warga terinfeksi virus corona, dimana 17 pasien sudah sembuh. Pasien sembuh atau sehat jika dua kali sampel usap tenggorokannya yang diperiksa Laboratorium Balitbangkes Provinsi Papua di Jayapura dengan menggunakan PCR tidak lagi mengandung Covid-19 alias negatif.

SPP merupakan salah satu dari 17 pasien yang dinyatakan sembuh di Mimika. Pada 27 April SPP bersama empat pasien lainnya di RSUD Mimika dinyatakan sembuh. Di hari yang sama satu pasien di RS Tembagapura juga dinyatakan sembuh. Hingga kini dia mengaku tidak tahu persis dimana terjangkit wabah yang jadi pandemi global itu.

Dihubungi melalui telefon selulernya, Minggu (10/5/2020), SPP bercerita dirinya bersama sang suami, RDL, tiba kembali di Timika pada 11 Maret 2020 dengan Garuda Indonesia dari Makassar.
Saat itu SPP dan RDL yang merupakan seorang tokoh agama sempat melakukan perjalanan tiga hari ke Surabaya untuk sebuah kegiatan keagamaan. Saat pulang Timika, mereka transit di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

SPP berkisah saat di Surabaya, dia dan suami berencana hendak ke Pulau Penang, Malaysia. Suaminya dijadwalkan kontrol kesehatan jantung di RS Adventis Penang. "Tiket sudah di tangan, tapi rencana itu batal karena Malaysia sudah memberlakukan lockdown untuk menghentikan penularan virus corona jenis baru," tutur SPP.

Setiba di Timika, SPP dan suami menjalani hidup secara normal. Suaminya yang menjadi Ketua Fasilitator Jaringan Doa se-Timika, seperti biasanya sibuk mengurus berbagai kegiatan keagamaan. Bahkan, setiap Sabtu pagi, RDL selalu mengumpulkan para tokoh agama (biasa disebut Hamba Tuhan) dari setiap denominasi gereja untuk berdoa bagi keselamatan warga dan Kota Timika dari berbagai bencana.

"Jauh sebelum kasus corona sampai di Timika, kami di gereja selalu berdoa dan puasa. Bahkan, saat sudah ada dua orang di Timika yang positif, kami tetap berdoa puasa untuk meminta pertolongan Tuhan agar wabah corona ini tidak masuk sampai di Timika. Bapak setelah kembali ke Timika tetap berdoa terus, tapi kami sudah mengatur jarak duduk dan tidak lagi bersalaman," cerita SPP.

Selanjutnya, pasangan suami isteri yang bermukim di Gorong-gorong, Kelurahan Kebun Siri, Timika, itu mulai menunjukkan tanda dan gejala, seperti influenza, batuk dan demam. Awalnya mereka berkesimpulan mungkin hanya tanda-tanda kelelahan. Lantaran keluhan flu, batuk disertai demam tidak kunjung berhenti, SPP dan RDL memutuskan pergi berobat ke sebuah klinik kesehatan di Timika. Keduanya tidak lupa mengenakan masker penutup mulut dan hidung.

Baca : Dicemooh Warga, Pasien Covid-19 yang Sembuh Akui Keramahan Tenaga Medis

Di klinik kesehatan itu, dokter dan petugas medis sudah mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan tidak terjadi sentuhan fisik selama proses pengobatan berlangsung.
"Kejadian itu pada awal bulan April, kami pergi berobat ke klinik. Kami merasa bersalah, tapi saat itu kami tidak tahu kalau sudah terinfeksi Covid-19," kata SPP.

Meski sudah mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh pihak klinik, namun keluhan flu, batuk dan demam yang dialami pasangan suami isteri itu juga tidak berhenti. Mereka berdua kembali lagi memeriksakan diri ke klinik kesehatan lain lantaran menduga terserang penyakit malaria. Malaria hingga kini menjadi salah satu dari tiga penyakit tertinggi di Mimika, selain infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan diare.

"Saya merasakan gejala mirip seperti terserang malaria, misalnya meriang dan sulit mengonsumsi makanan, tapi hasil pemeriksaan malaria dinyatakan negatif," ujar SPP.

Ketika itu kondisi SPP dan RDL kian bertambah buruk. SPP mengaku mulai mengalami sesak nafas. Keadaannya mulai drop. Dia lalu mencari tahu kondisi penyakitnya melalui internet sehingga berkesimpulan bahwa apa yang mereka alami mengarah ke gejala Covid-19. "Saya sudah tidak bisa cium bau. Saya tes ambil minyak kayu putih, kan (baunya) tajam sekali. Saya taruh banyak di tangan, tapi kok tidak tercium baunya," tutur SPP.

RSUD Mimika
Lantaran kesehatan yang tak kunjung pulih bahkan semakin memburuk, SPP dan RDL kemudian memutuskan untuk memeriksakan diri ke RSUD Mimika. RSUD Mimika merupakan salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Provinsi Papua.
Sebelum ke RSUD Mimika, SPP dan suami sudah menyiapkan bekal pakaian, maupun perlengkapan lainnya, terutama kesiapan mental jika kelak keduanya didiagnosis terinfeksi Covid-19.
"Hari itu kami berdua pagi-pagi ke RSUD Mimika. Kami berdua langsung diperiksa, sampai pukul 14.00 WIT dokter memutuskan kami berdua berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Hari itu juga kami diisolasi di RSUD Mimika dan pada sore harinya langsung diambel swab dan diinfus," kata SPP.

Berdasarkan laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, pada 11 April 2020, SPP dan RDL dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Keduanya disebut tertular Covid-19 dari Klaster Surabaya. SPP diregistrasi sebagai Pasien 017, sementara suaminya, RDL diregistrasi sebagai Pasien 018. "Terus terang kami tidak tahu tertular wabah ini dimana, apakah di Surabaya atau waktu transit di Makassar," tuturnya.

Masa-masa awal berada di ruang isolasi RSUD Mimika dilalui SPP dan RDL dengan cukup sulit lantaran mengalami gejala sesak napas berat. Suaminya yang sudah berumur lebih dari 60 tahun dan punya riwayat penyakit jantung, bahkan harus dibantu ventilator, sementara SPP sendiri dibantu oksigen dari hidung. "Saya merasakan paru-paru saya itu bunyi, seperti keran yang dibuka setengah, kayak air mendidih. Tapi saya tidak lapor suami karena dia juga lagi sesak, nanti dia pikiran," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA LAINNYA

Danone dan Kemdikbudristek Perluas Akses Pendidikan Anak

Danone Indonesia dan Kemdikbudristek perluas akses pendidikan anak.

NASIONAL | 19 September 2021

Nadiem: Lebih dari 100.000 Sekolah Telah Gelar PTM Terbatas

Nadiem Anwar Makarim mengatakan, lebih dari 100.000 sekolah di Indonesia sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas

NASIONAL | 18 September 2021

Polisi di Mandailing Natal Dipukul 2 Pengedar Ganja

Kedua tersangka itu juga mencoba merampas senjata petugas tersebut.

NASIONAL | 18 September 2021

Polresta Denpasar Tahan Selebgram Atas Dugaan Pornografi

Polresta Denpasar, Bali menahan seorang selebgram berinisial RR atas dugaan kasus pornografi yang dilakukannya melalui salah satu aplikasi Mango.

NASIONAL | 18 September 2021

Bocah Kebon dari Deli Kupas Perjalanan Hidup Hakim Agung Supandi

Peluncuran buku perjalanan hidup Hakim Agung Prof Supandi, "Bocah Kebon dari Deli" yang digelar Jumat (17/9/2021) berlangsung meriah.

NASIONAL | 18 September 2021

Yayasan Al Muslim Luncurkan STMIK Al Muslim⁣ ⁣

Yayasan Al Muslim mengembangkan sayap melakukan perubahannya menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Al Muslim

NASIONAL | 18 September 2021

Ini Rekam Jejak Pimpinan MIT Poso Ali Kalora

Pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora bersama anggotanya Jaka Ramadhan tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Madago Raya

NASIONAL | 18 September 2021

Mabes Polri Terima Laporan Tewasnya Pimpinan Teroris Ali Kalora

Mabes Polri telah menerima informasi tewasnya pimpinan teroris Poso, Ali Ahmad alias Ali Kalora dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya di Kabupaten Parigi.

NASIONAL | 18 September 2021

Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Lili Pintauli Secara Pidana

Dewan Pengawas (Dewas) KPK menolak untuk melaporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara pidana atas pelanggaran kode etik yang dilakukannya.

NASIONAL | 18 September 2021

BNPT Kutuk Serangan KKB Terhadap Nakes di Papua

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengutuk keras serangan KKB Papua pimpinan Lamek Taplo terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Papua.

NASIONAL | 18 September 2021


TAG POPULER

# Napoleon Bonaparte


# Ali Kalora


# Ancaman Keamanan Bangsa


# Persib


# Pembatasan Periode Jabatan DPR



TERKINI
BabyBali Token Padukan Investasi Kripto dengan Pariwisata

BabyBali Token Padukan Investasi Kripto dengan Pariwisata

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings