Azis Syamsuddin: Jakarta Tetap Ibu Kota Selama Ibu Kota Baru Belum Terbentuk

Azis Syamsuddin: Jakarta Tetap Ibu Kota Selama Ibu Kota Baru Belum Terbentuk
Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Azis Syamsuddin. (Foto: Antara)
Markus Junianto Sihaloho / JAS Minggu, 10 Mei 2020 | 17:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menyatakan bahwa Jakarta masih menjadi ibu kota negara selama ibu kota baru yang direncanakan, yakni di Penajam Paser, Kalimantan Timur, belum terbentuk.

Hal itu dinyatakannya sebagai tanggapan atas keputusan Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres 60/2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabekpunjur. Dalam Perpres tersebut disebutkan bahwa Jakarta sebagai pusat pemerintahan nasional.

"Selama ibu kota baru belum terbentuk, maka ibu kota tetap Jakarta sesuai dengan ketentuan azas yang berlaku," kata Azis Syamsuddin, Minggu (10/5/2020).

Soal rencana perpindahan ibukota ke Penajam Paser, Azis tak mau berkomentar banyak. Sebab dia meyakini Pemerintah pasti sudah memiliki perencanaan atas hal tersebut.

Diapun tak mau mengomentari soal apakah masih mungkin bagi Indonesia untuk memindahkan ibu kota di tengah pandemi Covid-19 yang pastinya akan memakan banyak anggaran negara.

Sementara itu, anggota DPR dari dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian, mengaku dirinya sudah mendapat keluhan dari masyarakat di dapilnya soal keluarnya Perpres tersebut. Masyarakat di sana kini merasa bingung soal kejelasan rencana Pemerintah memindah ibu kota dari Jakarta akibat keluarnya Perpres 60/2020 tersebut.

"Jadi ini perlu diklarifikasi oleh Pemerintah," kata Hetifah.

Baginya, di Perpres itu sendiri tak ada secara tegas disebutkan bahwa Jakarta akan tetap menjadi ibu kota negara. Yang ada adalah Jakarta dan sekitarnya disebut sebagai wilayah pusat pemerintahan.

"Apakah pusat pemerintahan itu sama dengan ibu kota? Ini perlu diperjelas oleh Pemerintah," tukas Wakil Ketua Komisi X DPR itu



Sumber: BeritaSatu.com