Angkut Pemudik, 7 Travel Gelap Ditindak Satlantas Polresta Banyumas

Angkut Pemudik, 7 Travel Gelap Ditindak Satlantas Polresta Banyumas
Travel gelap yang dijaring Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polres jajaran diparkir di halaman Polda Metro Jaya, Senin (11/5/2020). (Foto: Dokumen Bidang Humas Polda Metro Jaya)
/ LES Senin, 11 Mei 2020 | 14:16 WIB

Purwokerto, Beritasatu.com - Petugas Satlantas Polres Kota Banyumas, Jawa Tengah, dalam tiga hari terakhir menindak tujuh kendaraan travel gelap karena kepergok mengangkut pemudik meskipun ada larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

"Kendaraan-kendaraan travel gelap ini kami tindak di sejumlah lokasi, khususnya di Ajibarang untuk kendaraan yang datang dari arah Brebes. Selain itu di Sokaraja untuk kendaraan yang datang dari arah Pemalang," kata Kapolresta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka, Senin (11/5/2020).

Selain itu, kata dia, beberapa kendaraan travel gelap tersebut juga ditindak di persimpangan Jatisari-Pekuncen karena berupaya menghindar dari pemeriksaan petugas gabungan dengan melalui jalur-jalur "tikus".

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas telah bekerja sama dengan masyarakat untuk menutup jalur-jalur "tikus" tersebut agar tidak dilalui kendaraan dari luar wilayah.

Dengan demikian, lanjut dia, seluruh kendaraan dari luar wilayah Banyumas saat sekarang wajib melalui pos pemeriksaan di Ajibarang.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan, pihaknya telah memberikan tilang kepada para pengemudi kendaraan travel gelap tersebut.

"Saat dimintai keterangan, rata-rata pengemudi kendaraan travel gelap itu memanfaatkan kesempatan atau peluang karena adanya warga yang nekat mudik meskipun ada larangan mudik. Oleh karena itu, mereka menjadikan kendaraan pribadi atau pelat hitam untuk mengangkut pemudik," katanya.

Menurut dia, setiap pengguna jasa travel gelap dari Jakarta itu dipungut tarif berkisar Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per orang.
"Waktu awal-awal larangan mudik, tarifnya memang dipatok sebesar Rp 500.000 per orang. Mungkin karena penumpangnya sudah mulai jarang," katanya.

Terkait dengan penumpang kendaraan travel gelap yang ditindak, dia mengatakan pihaknya bersama Dinhub Kabupaten Banyumas langsung mengarahkannya ke tempat karantina massal di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto.

--
--



Sumber: ANTARA