Ketua DPR: Pemerintah Harus Berhitung Jika Ingin Longgarkan PSBB

Ketua DPR: Pemerintah Harus Berhitung Jika Ingin Longgarkan PSBB
Puan Maharani. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Markus Junianto Sihaloho / YS Senin, 11 Mei 2020 | 15:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani meminta Pemerintah betul-betul mempertimbangkan sebelum melaksanakan pelonggaran terhadap pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Sama seperti ketika Pemerintah menerapkan prinsip keberhatian sebelum memutuskan sebuah daerah diizinkan menjalankan PSBB, maka prinsip yang sama perlu diterapkan sebelum memutuskan untuk melonggarkan PSBB di sebuah daerah," kata Puan, Senin (11/5/2020).

Menurut Politikus PDI Perjuangan itu, salah satu yang penting diperhatikan adalah angka perkembangan pasien positif Covid-19 yang masih fluktuatif. Hal itu bisa dilihat dalam data harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Selain itu, data lain menunjukkan bahwa kapasitas harian tes PCR masih belum mencapai target yang ditetapkan Presiden. Yaitu masih 5.000 spesimen per hari atau masih separuh dari target 10.000 spesimen per hari.

Puan mengatakan, keputusan melanjutkan atau menghentikan PSBB sebaiknya dibuat atau didasarkan pada data yang lengkap, yang dianalisa secara cermat. Sebab tak ada yang ingin terjadi peningkatan tingkat kasus infeksi baru.

"Karena itu, pemerintah perlu melakukan simulasi relaksasi untuk melihat dampak yang ditimbulkannya," imbuhnya.

Puan mengatakan, pihaknya memahami benar bahwa ada dampak ekonomi bila PSBB terus dilaksanakan. Namun, sebaiknya harus dicari titik keseimbangan di mana ekonomi bisa berjalan namun pandemi Covid-19 memang sudah berhasil dihentikan.

Apapun kebijakan yang nantinya diputuskan, Puan menilai hal itu harus disosialisasikan ke masyarakat secara utuh disertai pelaksanaan yang terkoordinasi. Sehingga tidak akan muncul kebingungan-kebingungan di masyarakat.

"Selain itu perlu adanya kedisiplinan, solidaritas, empati dan konsisten dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan penyelesaian pandemi ini merupakan tugas bersama dan butuh gotong royong bersama untuk menyelesaikannya," pungkas Puan.



Sumber: Suara Pembaruan