Khawatir Pencuri, Korban Banjir di Kota Jambi Enggan Mengungsi

Khawatir Pencuri, Korban Banjir di Kota Jambi Enggan Mengungsi
Seorang anak bermain sepeda menembus banjir di samping deretan rumah panggung di Arab Melayu, Pelayangan, Jambi, 7 Maret 2017. Ratusan rumah panggung di sepanjang tepian Sungai Batanghari kota itu terendam luapan sungai akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Data BPBD setempat mencatat banjir luapan Sungai Batanghari itu telah merendam 8.223 rumah. (Foto: Antara/Wahdi Septiawan)
Radesman Saragih / LES Senin, 11 Mei 2020 | 15:29 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Sedikitnya 126 jiwa dari 35 keluarga korban banjir di Kota Jambi enggan mengungsi kendati banjir sudah menggenangi rumah mereka dengan ketinggian 30 centimeter (cm). Korban bertahan di rumah karena khawatir pencurian terhadap barang-barang berharga mereka. Korban banjir bertahan di rumah mereka dengan membuat balai-balai di dalam rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Kota Jambi, Feriadi di Jambi, Senin (11/5/2020) menjelaskan, korban banjir yang kini seharusnya mengungsi terdapat di lima rukun tetangga (RT), Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

“Warga enggan mengungsi karena mereka masih bisa bertahan di rumah-rumah panggung mereka yang sudah tergenang banjir. Kemudian warga juga bertahan karena ketinggian air sudah bertahan atau tidak naik sejak Minggu (10/5/2020). Melihat kondisi banjir yang tidak naik lagi, warga berharap banjir segera surut dan tidak perlu mengungsi,”katanya.

Dijelaskan, kendati korban banjir di Kota Jambi masih enggan mengungsi, pihak BPBD dan Pemadam Kebakaran Kota Jambi tetap menyiapkan tenda dan posko pengungsi. Lokasi tenda dan posko pengungsi disiapkan di Buluran, Danau Sipin dan Pasar Angso Duo. Jumlah korban baniir yang mengungsi di posko Buluran ada dua keluarga.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Fachrori Umar meminta penanganan banjir di Jambi dilakukan semaksimal mungkin guna mencegah korban banjir terkena penyakit dan kekurangan bahan pangan. Kemudian pihak BPBD Provinsi Jambi dan Dinas Sosial Provinsi Jambi jua diminta menyiapkan petugas, tenda, dapur umum, kebutuhan pangan, obat-obatan dan perahu karet untuk membantu para korban banjir.

Dikatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi sudah menyalurkan sekitar 250 paket kebutuhan pokok kepada korban banjir di Kelurahan Tahtul Yaman dan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, Minggu (10/5/2020).

“Saya prihatin melihat kondisi masyarakat yang rumahnya terendam banjir, terlebih lagi saat ini kita berada di bulan suci Ramadan dan tengah menghadapi wabah corona. Saya berharap bantuan paket kebutuhan pokok tersebut bisa meringankan beban korban banjir di dua kelurahan ini,”katanya.

Fachrori Umar mengingatkan, agar warga masyarakat di lokasi banjir meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya berbagai penyakit di saat banjir dan pascabanjir. Untuk itu warga masyarakat tetap di minta menjaga kesehatan keluarga masing-masing.

“Kondisi banjir seperti ini dapat menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit seperti, penyakit kulit, malaria, dan demam berdarah. Saya minta warga masyarakat terus menjaga kondisi tubuh supaya tidak mudah terserang penyakit. Bila mengalami sakit segeralah berobat ke puskesmas atau pos kesehatan terdekat,”katanya.

 



Sumber: BeritaSatu.com