Larangan Mudik, Ratusan Mobil Travel Gelap Disita

Larangan Mudik, Ratusan Mobil Travel Gelap Disita
Polisi memerintahkan sebuah kendaraan untuk putar balik terkait larangan mudik. (Foto: ANTARA FOTO / Oky Lukmansyah)
Farouk Arnaz / YUD Senin, 11 Mei 2020 | 17:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri mengatakan jika ratusan mobil travel gelap yang ditilang akan disita hingga usai lebaran atau akhir Operasi Ketupat 2020. Tujuannya supaya kendaraan itu tak dipakai lagi untuk mengangkut penumpang terkait larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

“Sanksinya untuk sopir hanya tilang dengan barang bukti yang disita kendaraan. Tapi rencananya (kendaraan itu) akan dikeluarkan setelah Operasi Ketupat itu selesai, agar tidak digunakan lagi untuk mengangkut penumpang,” kata Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Benyamin saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (11/5/2020).

Baca juga: Larangan Mudik, 234 Kendaraan Hendak Masuk Bengkulu Dipaksa Putar Balik

Sanksi tilang untuk pengemudi travel gelap yakni Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman penjara dua bulan atau denda maksimal Rp 500.000.

Lalu untuk pengemudi truk—yang juga difungsikan mengangkut manusia—dikenakan Pasal 303 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terkait angkutan barang yang mengangkut penumpang.

Baca juga: Kemhub Pantau Pelaksanaan Larangan Mudik di Jateng

Para penyedia jasa travel gelap ini tak segan mematok tarif tinggi kepada para pemudik demi meraup keuntungan. Tak tanggung-tanggung, jasa travel gelap itu menaikkan tarif sebesar tiga hingga empat kali lipat perpenumpang dibanding dari harga normal.

“Total (mobil travel yang ditindak) ada 202 unit di Polda Metro Jaya dan 64 unit di Polda Jabar namun tersebar di Polres-Polres. Sedangkan total kendaraan yang diminta putar balik hingga kemarin ada 39.450,” tambahnya.

Baca juga: Larangan Mudik, 15.000 Kendaraan Diminta Putar Balik

Seperti diberitakan ada 58 titik sekat di Pulau Jawa. Rinciannya Banten ada 6 titik, di DKI Jakarta 18 titik, di Jawa Barat 17 titik, di Jawa Tengah ada 5 titik, Jogjakarta ada 3 titik, dan Jawa Timur ada 9 titik.

Cara bertindak yang dilakukan pada saat penyekatan larangan mudik itu pertama adalah sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak mudik. Kedua membentuk pos pelayanan terpadu bersinergi dengan TNI dan instansi terkait.

Pada saat di lapangan petugas menggunakan pendekatan humanis menyampaikan kepada pengendara yang kedapatan akan mudik untuk putar balik namun untuk travel gelap akan ditilang.

Sedangkan untuk logistik, bahan pokok, BBM , alat kesehatan, ekspedisi diperbolehkan untuk melewati jalan. Tidak ada penutupan jalan tol dan jalan arteri.



Sumber: BeritaSatu.com