Gugus Tugas Siapkan Simulasi Pelonggaran PSBB
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Gugus Tugas Siapkan Simulasi Pelonggaran PSBB

Selasa, 12 Mei 2020 | 17:05 WIB
Oleh : Lennny Tristia Tambun / YS

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan telah mendapatkan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyiapkan suatu simulasi untuk melakukan langkah-langkah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Sektor mana yang akan dilonggarkan, apakah berlaku secara nasional atau daerah tertentu. Bapak Presiden telah berikan instruksi kepada Gugus Tugas untuk menyiapkan suatu simulasi agar apagila melakukan langkah-langkah pelonggaran, maka tahapan-tahapannya harus jelas,” kata Doni Monardo saat konferensi pers secara virtual seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (12/5/2020).

Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan satu skenario dengan membagi empat tahapan yang akan menjadi kriteria bagi sektor atau daerah yang ingin melakukan pelonggaran PSBB.

"Paling tidak Gugus Tugas akan beri empat kriteria, pertama upaya di bidang prakondisi yaitu sosialisasi, kedua berhubungan dengan waktu, timing. ketiga prioritas bidang apa termasuk daerah mana yang perlu dilakukan. terakhir adalah koordinasi pusat dan daerah," ujarn Doni Monardo.

Tahapan pertama, prakondisi. Diharapkannya, prakondisi suatu daerah atau sektor bisa dilonggarkan PSBB melalui sejumlah rangkaian kajian akademis. Dengan melibatkan pakar epidemiologis, pakar kesehatan masyarakat, pakar sosiologi, pakar komunikasi publik dan pakar yang berhubungan dengan ekonomi kerakyatan. Sehingga perhitungan-perhitungan yang disampaikan pakar dapat ditangkap oleh pemerintah.

Termasuk upaya Gugus tugas untuk bekerja sama dengan beberapa lembaga survei agar mendapatkan data akurat, khususnya pada delapan provinsi. Di antaranya, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, dan lima provinsi di Jawa yakni Serang di Provinsi Banten, Jakarta di Provinsi DKI Jakarta, Bandung di Provinsi Jawa Barat, Semarang di Jawa Tengah dan Surabaya di Jawa Timur.

“Jadi kami mengirimkan tim gabungan ke delapan provinsi. Nanti akan dipilih 1.000 orang mewakili seluruh masyarakat yang ada di tiap provinsi. Sehingga kami akan bisa mendapatkan data yang berasal dari swab test, termasuk juga sejumlah pertanyaan yang akan disampaikan ke 1.000 orang responden,” terang Doni Monardo.

Nantinya, hasil dari survei dan hasil swab test tersebut akan menjadi pertimbangan bagi Gugus Tugas untuk memberikan masukan kepada kementerian/lembaga termasuk pemerintah daerah terkait pengambilan keputusan pelonggaran PSBB.

Tahapan kedua, timing, yakni kapan harus dilakukan pelonggaran PSBB. Pastinya, daerah yang belum menunjukkkan kurva kasus positif menurun, apalagi kurva melandai, maka daerah itu tidak mungkin diberikan kesempatan untuk melakukan pelonggaran PSBB.

“Artinya apa? Statusnya masih tetap tidak boleh kendur. Justru harus meningkat kembali,” ujar Doni Monardo.

Tidak hanya itu, timing juga berkaitan erat dengan kesiapan masyarakat. Kalau masyarakat tidak siap menghadapi pelonggaran aturan ketat maka pelonggaran PSBB juga tidak mungkin diberlakukan.

Timing ini juga bisa kita lihat dari tingkat kepatuhan masyarakat di setiap daerah yang akan dilakukan pelonggaran. Manakala tingkat kepatuhan kecil, tentu kita tidak boleh ambil risiko. Ini juga menjadi bagian yang akan jadi pedoman bagi gugus tugas yang akan menyusun skenario,” jelas Doni Monardo.

Tahapan ketiga adalah prioritas. Menurutnya, prioritas apa yang harus dilakukan dan diberikan Gugus Tugas kepada kementerian/lembaga termasuk kepada provinsi, kkabupaten, kota. Kemudian sektor-sektor apa yang dilonggarkan dan berkaitan dengan kegiatan.

"Apakah di bidang pangan khususnya pasar, restoran, dan juga mungkin berhubungan dengan kegiatan untuk menghindari masyarakat tidak di PHK. Ini prioritas-prioritas ini harus menjadi opsi-opsi yang ketat sehingga tidak menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat,” tutur Doni Monardo.

Tahapan keempat, adalah koordinasi puat dan daerah. Menurutnya tahapan ini sangat penting sekali, sehingga jangan sampai nantinya pelonggaran PSBB diberikan justru mendatangkan penolakan dari masyarakat atau pemerintah setempat.

“Demikian juga mungkin dari daerah memutuskan untuk minta pelonggaran atas inisiatif sendiri, ternyata pusat melihat belum waktunya. jadi koordinasi pusat daerah ini jadi prioritas kami,” tukas Kepala BNPB ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan rencana pelonggaran PSBB dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa. Hal ini dikatakan Jokowi dalam rapat terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Penerapan PSBB melalui video conference, Selasa (12/5/2020).

Menurut Jokowi, nantinya keputusan untuk melonggarkan penerapan PSBB harus didasarkan pada data dan pelaksanaan di lapangan, sehingga keputusan yang diambil tepat dan benar. Dengan begitu, tidak berdampak pada pada penambahan kasus Covid-19 di wilayah tersebut



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KPK Minta MA Tolak PK Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda

Komisi Pemberantasan Korupsi meminta majelis hakim Mahkamah Agung menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda, Emir Moeis.

NASIONAL | 28 September 2021

Ekonomi Sirkular Jadi Strategi Pembangunan Rendah Karbon

Ekonomi sirkular yakni model ekonomi yang bertujuan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan nilai barang & sumber daya selama mungkin.

NASIONAL | 28 September 2021

Wapres: Hak untuk Tahu Adalah Hak Asasi

Wapres Maruf Amin menyatakan hak untuk tahu adalah hak asasi manusia yang dilindungi konstitusi.

NASIONAL | 28 September 2021

Hamish Daud Jadi "Pemulung Modern"

Menurut Co-Founder Octopus, Hamish Daud, aplikasi ini dibentuk untuk membantu mengatasi masalah sampah kemasan bekas pakai untuk didaur ulang.

NASIONAL | 28 September 2021

Wapres Tekankan Pentingnya Ketepatan Informasi di Masa Pandemi

Melalui pelaksanaan keterbukaan informasi publik, pemerintahan desa diharapkan Wapres dapat berjalan secara demokratis, transparan, adil, efektif, dan efisien.

NASIONAL | 28 September 2021

Kepada BEM SI, La Nyalla Urai Konsep Ekonomi Pendiri Bangsa

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, ekonomi Indonesia layaknya kapal yang memiliki tiga palka yakni koperasi, BUMN, dan swasta.

NASIONAL | 28 September 2021

Kemensos Integrasikan Data PBI Jaminan Kesehatan dengan DTKS

Kemensos memberikan perhatian khusus pada akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang menjadi basis data program bantuan sosial pemerintah.

NASIONAL | 28 September 2021

Ketua DPD RI: Oligarki Penyebab Ketidakadilan Sosial

Dijelaskan La Nyalla, oligarki dibangun atas dasar kekuatan modal kapital yang tidak terbatas, sehingga mampu menguasai dan mendominasi simpul-simpul kekuasaan.

NASIONAL | 28 September 2021

Bersama Almamater, Alumni IPB Dorong Keberhasilan Pertanian, Peternakan dan Perikanan di NTT

Potensi alumni IPB dari berbagai profesi sangat bisa dioptimalkan untuk kesuksesan program pemerintah dari tingkat nasional hingga daerah seperti NTT.

NASIONAL | 28 September 2021

Waspadai 23 Wilayah Ini Akan Alami Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem dengan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau badai petir, guntur dan peningkatan angin kencang patut diwaspadai.

NASIONAL | 28 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# Pengganti Mangkunegara IX


# SBY



TERKINI
Ikuti Bursa Asia, Bursa Eropa Dibuka Melemah

Ikuti Bursa Asia, Bursa Eropa Dibuka Melemah

EKONOMI | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings